Fajar Online, 24 Oktober 2014

IlustrasiFAJARONLINE–Jangan memandang enteng orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Kendati mengidap penyakit mematikan, namun mereka juga tetap survive, salah satunya dengan membuka usaha kecil-kecilan.
Salah satu usaha yang dikembangkan adalah konveksi baju, membuat stiker, dan memproduksi pin. Kendati hasilnya tak banyak, namun dianggap bisa membantu operasional Home Base Carea (HBC) Ballatta, tempat bernaung pada korban narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) dan ODHA.

Detik, 29 Oktober 2014

HIV/AIDSJakarta, Penggunaan obat dan antibiotik secara berlebihan membuat bakteri dan virus beberapa penyakit menjadi resistan. Hal tersebut terjadi pada tuberkulosis (TB) yang kini menjadi ancaman baru bagi dunia kesehatan.

Kekhawatiran pun muncul dari obat Anti Retroviral (ARV) yang dikonsumsi para pengidap HIV. Karena harus dikonsumsi terus-menerus, akankah muncul virus HIV baru yang resistan terhadap ARV?

dr Budiarto, Deputy Country Director dari Clinton Health Access Initiative (CHIA) mengatakan bahwa memang ada beberapa kekhawatiran soal hal tersebut. Hanya saja, sampai saat ini belum ditemukan adanya virus HIV jenis baru yang resistan terhadap ARV.

Detik, Rabu 29 Oktober 2014

Ilustrasi | ThinkstockJakarta, Pemberian obat Anti Retroviral (ARV) biasanya dilakukan kepada pengidap HIV yang kadar CD4 di bawah normal. Namun penelitian terbaru menemukan bahwa jika ARV diberikan sejak awal tanpa pilih-pilih, maka risiko penularan HIV dapat menurun secara signifikan.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa dengan ART (Anti Retroviral Therapy), angka penularan kasus HIV baru tur‎un hingga 96 persen," tutur dr M Karyana, MPH, dari Pusat Teknologi Terapan Kesehatan dan Epidemiologi Klinik, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, dalam diskusi Test and Treat HIV-AIDS di @america, Pacific Place, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta Selatan, seperti ditulis Rabu (29/10/2014).

Mata Wanita, 24 Oktober 2014

Victoria Beckham (istimewa) MataWanita.com - Perancang busana 40 tahun, Victoria Beckham baru-baru ini telah menghabiskan waktunya selama tiga hari di Soweto, Afrika Selatan sebagai duta UNAids dari PBB untuk membantu para perempuan dan memberikan semangat tingkat kesadaran terkait HIV/AIDS di salah satu daerah tertinggal itu.

Seperti dituliskan Contactmusic, ibu empat anak yang dinikahi David Beckham ini mengunjungi klinik Ramokgopa, dimana terdapat project 'Mothers2 Mothers'. Di sana dia menjadi mentor yang memberikan dukungan pada para wanita hamil yang mengidap HIV/AIDS.

Sindo News, 24 Oktober 2014

Tingkat kesadaran orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Depok untuk mengonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) masih rendah. (Ilustrasi/Sindophoto)DEPOK - Tingkat kesadaran orang dengan HIV/Aids (ODHA) di Depok untuk mengonsumsi obat anti retroviral virus (ARV) masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah akses lokasi yang kurang strategis.

Hal itu disampaikan Pendiri LSM Kuldesak Samsu Budiman. Berdasarkan catatannya, kata dia, dari 387 penderita HIV/Aids, hanya 35 orang yang bersedia mengonsumsi ARV.

"Karena kan mulanya hanya di RS di Jakarta kemudian sekarang di RSUD Depok. Kemungkinan mereka yang jauh dari RSUD Depok enggan mengakses kesana karena alasan lokasi," katanya di Depok, Jumat (24/10/2014).

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID