Zambia Daily Mail, 8 August 2014
...Reflections from the AIDS 2014 Conference
ADOLESCENCE is a defining period in the growth of a young person.
Supporting young people to successfully navigate this stage of life can help break the cycle of poverty and produce great benefits for individuals, communities and countries.
During adolescence, a growing person has the possibility of being exposed to life-risking activities such as unprotected sex, early marriage and abuse.
It is also during adolescence that most individuals discover their real worth and status when it comes to whether they are HIV-positive or negative.
Kaltim Post, 7 Agustus 2014
Perhatian Pemerintah ke ODHA Kurang
PENAJAM - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli AIDS (KPA) Plus Joddy mengatakan bahwa perhatian pemerintah kabupaten terhadap pengidap HIV-AIDS di Penajam Paser Utara (PPU) masih sangat kecil.
Diketahui saat ini ODHA (sebutan pengidap penyakit HIV) yang ada di PPU sudah berjumlah 21 orang. Dan untuk kasus terakhir ditemukan di Kecamatan Penajam tiga bulan lalu.
Go Riau, 7 Agustus 2014
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Penyebaran HIV dan AIDS di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meningkat, setiap bulan saja selalu ada penambahan kasus baru. Dari keseluruhan kasus yang terdata oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), kasus yang ditemukan pada Ibu Rumah Tangga (IRT) menempati urutan teratas.
Karena itulah, saat ini IRT menjadi salah satu sasaran untuk diberi pengertian mengenai penyakit berbahaya ini. Seperti yang dilakukan Sub Sub Recipien (SSR) Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Inhil yang membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat.
Anggota PKIM yang dibentuk adalah IRT, dimana IRT yang menjadi anggota PKIM akan menjadi kader yang nantinya menyampaikan bahaya HIV ke IRT disekitar wilayah tempat tinggal mereka.
Kompas, 7 Agustus 2014
KOMPAS.com - Kampanye berperilaku aman pada populasi berisiko tak begitu efektif. Akibatnya, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dari populasi berisiko kepada orang di luar populasi itu menjadi ancaman penyebaran. Untuk itu, perlu pendekatan dan cara baru penanggulangan epidemi HIV.
Menurut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (5/8), sulit mengubah perilaku populasi berisiko agar mau menjaga kesehatan diri dan orang lain. "Heran, mengapa yang berisiko tidak mau berperilaku aman. Kesadaran menjaga kesehatan dirinya dan orang lain kurang," kata dia.
Nafsiah menyatakan, pemerintah telah menyosialisasikan pemakaian jarum suntik steril dan alat pelindung untuk memutus penularan HIV. Bahkan, pemerintah menyediakan alat suntik steril dan alat pelindung gratis. Namun, banyak orang berperilaku berisiko terinfeksi HIV enggan memakainya.
Suara Merdeka, 7 Agustus 2014
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Dokter Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) dr Muchlis Achsan Udji Sofro SpPD, berhasil memperoleh gelar doktor dari Fakultas Kedokteran UGM, usai mengikuti ujian terbuka promosi doktor.
Dalam kesempatan tersebut, pria kelahiran Pemalang, Jawa Tengah, 51 tahun lalu itu, berhasil mempertahankan penelitian disertasinya mengenai ''Kajian Imunologis, Klinis dan Virologist Terhadap Respon Regulatory T Cell (Treg) Pada Pasien HIV dan TB-HIV Dalam Terapi Antiretroviral''.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia