Thanh Nien News, 5 August 2014
The United States Agency for International Development (USAID) launched a two-year project to improving community response to HIV on Tuesday in Ho Chi Minh City, Can Tho and An Giang Province.
The "USAID Community HIV Link-Southern" project focuses on strengthening the ability of local organizations to reach the most at-risk populations and link them with appropriate HIV services, the US Consulate General in Ho Chi Minh City said in a statement.
The project will be implemented by the Center for Promotion of Quality of Life (LIFE) with funding from the US President's Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR) to deliver effective community-based HIV/AIDS services to 4,000 high-risk people, including injecting drug users, female sex workers, men who have sex with men and 2,000 people living with HIV.
Inilah.Com, 5 Agustus 2014
INILAHCOM, Jakarta - Anggaran penanggulangan HIV-AIDS tahun 2014, pencegahan maupun pengobatan, mencapai Rp 613 miliar.
Dari jumlah itu, Rp 162 miliar bantuan dari Global Fund. Sisanya berasal dari kantong pemerintah.
"Berapa pun biayanya harus kita upayakan, karena pengobatan adalah tanggungjawab pemerintah. Tapi tentunya pencegahan memang lebih murah ketimbang pengobatan, jadi kalau bisa dicegah mengapa ini tidak kita lakukan," kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam jumpa pers bersama UNAIDS Regional Director di kantor Kemenkes RI, Jakarta, Selasa (5/8/2014).
Slamet, direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, menjabarkan bantuan dari Global Fund digunakan untuk biaya operasional Rp 150 miliar dan pengadaan obat anti-retroviral (ARV) Rp 12 miliar.
Sindo News, 5 Agustus 2014
JAKARTA - Sedikitnya pelayanan pemberian terapi Antiretroviral (ARV) dalam Startgic Use ARV (SUFA) di Puskesmas memaksa pemerintah segera memperluas pelayanan kesehatan di tingkat primer. Pemerintah menargetkan 475 Puskesmas akan dibangun tahun ini, guna menjangkau khususnya ibu hamil yang postif HIV.
Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsih Mboi mengatakan, lebih dari 95 kabupaten kota akan ditambah pembangunan Puskesmas guna menjangkau pencegahan dan pemberian obat ARV. Hal ini disebabkan 3.135 ibu hamil yang positif HIV baru 1.544 yang mendapatkan pelayanan ARV pada 2013. Sedangkan pada 2014, dari 1.182 jumlah ibu yang hamil yang telah mendapatkan obat ARV sebanyak 1.456.
Berita Satu, 4 Agustus 2014
Jayapura - Pemerintah Provinsi Papua berencana membangun rumah sakit khusus untuk menangani dan merawat warga yang positif terinfeksi HIV/AIDS.
"Selama ini penanganan warga yang positif terinfeksi HIV/AIDS di rumah sakit umum terkesan masih diskriminatif. Harus ada rumah sakit khusus buat mereka (warga yang sudah positif HIV/AIDS, red.)," kata Kepala Dinas Kesehatan Papua drg Aloysius Giyai di Jayapura, Senin (4/8).
Menurut dia, selama ini masyarakat yang terdeteksi HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan di rumah sakit umum, kurang mendapat perhatian.
"Mungkin karena penyakit itu menular," ujarnya.
the Jakarta Post, 4 August 2014
The Papua provincial administration plans to build a hospital especially for the treatment of HIV/AIDS patients, an official has said.
"So far the treatment of HIV/AIDs patients has been discriminatory. There must be a hospital specifically to treat those infected by HIV/AIDS," head of the Papua Health Office Aloysius Giyai said in Jayapura on Monday as quoted by Antara news agency.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia