WartaNews, 10 Mei 2014

Kondom WanitaWartaNews, Jakarta - Kondom bagi perempuan yang lebih murah, lebih banyak pengguna, lebih mudah digunakan (friendly), akan lebih efektif dalam melawan HIV/AIDS dan berbagai penyakit menular seksual lainnya.

Kondom perempuan sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak 1993, tetapi sampai sekarang masih sekadar digunakan untuk pencegahan kehamilan. Kondom perempuan itu belum dikampanyekan untuk pencegahan HIV/AIDS dan PMS, sehingga tingkat penggunaannya juga masih sangat sedikit.

LiberianObserver, 8 May 2014

A girl, 1 hour old, receives an anti-retroviral drug in South Africa to prevent infection from the HIV virus carried by her mother (CNN photo)The National AIDS Commission (NAC) has said that the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria has projected US$101,882,196 to combat these diseases for a period of three years.

As a precondition to receiving this amount, the Commission said, Liberia has been requested by the Global Fund to provide only five percent (US$5M) before the money is released to the government of Liberia.

This means full disbursement of the Global Fund will be contingent upon the country's willingness to pay its contribution to the cost of the national response.

Liputan6, 8 Mei 2014

Liputan6.comLiputan6.com, Jakarta Banyak artis yang menjadi brand ambassador aksi peduli HIV AIDS yang tergabung dalam TemanTeman.org, diantaranya adalah Joe Taslim dan Dian Sastro. Mereka berdua sangat mendukung gerakan aksi peduli pemberantasan HIV AIDS sebelum semakin meluas dan tak tertangani.

Joe dan Dian menyarankan pengetahuan dan pendeteksian dini terhadap HIV AIDS bisa membuat orang bangkit untuk hidup sehat. Jika seorang yang mengidap diketahui secara dini, penanganannya akan lebih mudah. Joe dan Dian membenarkan, mereka memiliki hak dan kesempatan untuk hidup dan mendapatkan perlakuan yang sama.

JawabanNews, 8 Mei 2014

IlustrasiPendiri dan direktur eksekutif dari Life Bloom Services International yang bermarkas di Kenya, Catherine Mumbi Wanjohi menghimbau dan mendukung agar Gereja-gereja Afrika mau melangkah masuk kedalam kehidupan penderita HIV dan AIDS untuk menolong dan mendukung mereka terlepas dari keadaan mereka saat ini.

"Saya menyadari bahwa tidak banyak gereja dan kelompok-kelompok dari Afrika di konferensi secara langsung mengatasi tantangan yang dihadapi oleh pekerja seks," sebutnya dilansir oikumene.org Jumat (2/5).

penulis A Walk at Midnight: Journeying with Abused Women and Girls Towards Inner Dignity and Wholeness ini menghargai inisiatif gereja untuk mendukung perempuan melawan HIV dan AIDS. Gereja-gereja dan EHAIA diterima dengan sukacita oleh para narapidana dan mereka merasa bahwa Tuhan masih mengingat mereka.

IPSNews, 7 May 2014

Pamphlets and condoms handed out by Cuba’s National Centre for Sex Education as part of its awareness-raising efforts. Credit: Jorge Luis Baños/IPS HAVANA, May 7 2014 (IPS) - All illusions of love, trust and dedication to a relationship flew out the window for Mayda Torres in 1992, when she found out she was HIV-positive while undergoing routine exams to start a new job.

"I had a stable relationship. I wasn't unfaithful. And I hadn't ever had a sexually transmitted infection [STI]," the 49-year-old resident of the Cuban capital told IPS.

"When I got to the hospital [of Santiago de las Vegas, in Havana], I was shocked to see my husband there. He was HIV-positive and he never told me," said Torres, who is now a sexual health outreach worker.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID