RepublikaOnline, 29 April 2014

Red ribbon, the symbol for the fight against HIV/AIDS. At least 38 people died of HIV/AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) in Batam in the first half of the year. (illustration) Red ribbon, the symbol for the fight against HIV/AIDS. At least 38 people died of HIV/AIDS (acquired immunodeficiency syndrome) in Batam in the first half of the year. (illustration), en.wikipedia.orgREPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-- Meski upaya sosialisasi pencegahan terus dilakukan, namun jumlah pengidap dan penderita human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency syndrome (HIV/AIDS) di Provinsi Lampung, sudah mencapai 1.445 orang.

Menurut data Dinas Kesehatan (diskes) Lampung, Selasa (29/4), jumlah pengidap/penderita sudah mencapai 1.445 orang, terdiri dari 1.006 orang pengidap HIV, dan 439 orang penderita AIDS. "Berdasarkan data lapangan hanya 1.445 orang," kata Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Humas Diskes Lampung dr Asih Hendrastuti.

SaigonGPDaily, 28 April 2014

HA NOI (VNS)— All schools nation-wide have been given targets to enroll children affected by HIV/AIDS by 2020.

It was one of the aims under the National Action Plan for Children Affected by HIV 2014-20, signed recently by Deputy Prime Minister Vu Duc Dam.

The plan also aims to cover 90 per cent of the children affected by HIV/AIDS, enabling them to access health care, education, consultation, physical development and entertainment services by 2020, Dam said.

Kompas, 28 April 2014

Ilustrasi kondom. (Shutterstock)NEW YORK, KOMPAS.com — New York City di Amerika Serikat setiap tahun menghabiskan lebih dari satu juta dollar AS untuk kondom gratis dalam rangka mencegah kehamilan yang tak dikehendaki serta memerangi penyakit seksual termasuk HIV/AIDS. Namun, pada saat bersamaan polisi kota ini diperbolehkan menjadikan kondom sebagai bukti dari tindak kejahatan prostitusi.

Pertentangan kedua fakta itu menjadi latar belakang dari usulan legislasi terbaru di New York yang mendorong negara bagian itu menjadi wilayah pertama yang melarang kondom menjadi barang bukti dalam kasus prostitusi. Penggunaan kondom sebagai alat bukti kasus prostitusi sudah meluas di kalangan kepolisian dan dinilai selama satu dekade terakhir melemahkan upaya terkait kesehatan publik.

SoloPos, 28 April 2014

Ilustrasi HIV/AIDS (ghanahealthnest.com)Solopos.com, SOLO — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Solo mencatat jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang beroperasi di wilayah Kota Bengawan mencapai 700 orang. Sebanyak 395 di antara mereka terlayani KPA, namun 305 sisanya masih buram.

Demikian disampaikan pengelola program KPA Solo, Tommy Prawoto. Tommy mengatakan data tersebut mengacu kepada pemetaan data populasi yang dilakukan KPA hingga Februari.

"Jumlah tersebut terkonsentrasi di beberapa lokalisasi seperti di Gilingan, Kestalan, Setabelan, dan Punggawan. Para PSK itu mayoritas dari luar Solo. Jadi dari Soloraya," jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Kamis (24/4/2014).

DetikNews, 27 April 2014

Bupati Anas dialog dengan warga eks lokalisasi/Putri Akmal Banyuwangi - Lokalisasi yang banyak tersebar di Kabupaten Banyuwangi memang sudah ditutup. Keberadaan lokalisasi prostitusi dinilai cukup membahayakan dan mengancam masa depan generasi muda.

Bupati Abdullah Azwar Anas memang tak mau kompromi. Kepala daerah yang diusung PDIP, Golkar dan PKB ini memerintahkan aparat di bawahnya untuk tegas bila mengetahui ada praktik liar di eks lokalisasi.

Salah satu alasan paling utama kebijakan penutupan lokalisasi yang diambil Pemkab Banyuwangi karena angka penderita HIV/AIDS yang sangat tinggi di wilayahnya. Saat ini penderita yang terdeteksi positif HIV/AIDS mencapai 1.600 Orang.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID