Pengantar (Introduction)

0
0
0
s2smodern
Pengantar Minggu Ke-8 2016

Ilustrasi | Kebijakan AIDS IndonesiaWebsite edisi minggu ini mengangkat tema tentang anak dan HIV. Persoalan stigma dan diskriminasi terhadap anak dengan HIV masih saja terjadi, meskipun lebih dari dua dekade upaya penanggulangan AIDS telah dilakukan di Indonesia. Bentuk-bentuk pengucilan, pengusiran, penolakan pada akhirnya akan membatasi ruang kebebasan bagi anak, tak terkecuali dalam mendapatkan hak dan akses terhadap layanan pendidikan yang nyaman, aman, bebas dari tekanan sosial.  Dengan semakin banyaknya temuan kasus HIV anak, tercatat ada 1388 anak dengan HIV pada tahun 2015, tentunya dibutuhkan kesiapan institusi pendidikan untuk mengembangkan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi anak untuk mendapatkan hak atas pendidikan.

0
0
0
s2smodern
0
0
0
s2smodern
Pengantar Website Minggu Ke-7 2016

Ilustrasi | Kebijakan AIDS IndonesiaEdisi website kali ini mengangkat isu tentang layanan kesehatan  yang berbasis kebutuhan pada anak muda (remaja).  Perhatian pada populasi orang muda atau remaja merupakan hal yang penting karena merupakan indikator kesehatan penduduk di masa mendatang serta pembangunan social dan ekonomi. Artikel utama (tematik) kali ini menyoal tentang kompleksitas permasalahan pada orang muda (remaja) yang didasari pada kajian tentang perilaku beresiko dan kerentanan orang muda pada aspek kesehatan, dan social. Pergeseran focus perhatian  dari  populasi  oang muda dalam penanggulangan AIDS,  berakibat pada intervensi yang dikembangkan untuk populasi kunci belum tentu mengadopsi dan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan spesifik  kelompok muda (remaja). Tantangan yang muncul adalah apakah layanan kesehatan pada orang muda (remaja) saat ini  sudah mampu menjawab kebutuhan dan dimanfaatkan secara optimal oleh orang muda (remaja).

0
0
0
s2smodern
0
0
0
s2smodern
Pengantar Website Minggu Ke-5 2016

Ilustrasi | mercatus.comWebsite edisi kali ini mengupas salah satu pendekatan test HIV yakni melalui pemberi atau penyedia layanan. Peran tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini HIV menjadi semakin penting karena banyak orang dengan HIV AIDS (ODHA) yang membutuhkan layanan medis dan belum diketahui status HIV-nya. Dalam artikel utama yang berjudul “Peran Tenaga Kesehatan dalam Meningkatkan Cakupan Tes HIV Dini” (link) menjelaskan bahwa peningkatan jumlah tenaga kesehatan yang cukup besar seharusnya tidak ada kendala dalam pemenuhan target tes HIV, manakala tenaga kesehatan mampu melaksanakan inisiasi tes HIV bagi pasien atau klien yang membutuhkan dan seharusnya didorong untuk melaakukan tes HIV. Oleh karenanya penting untuk mengevaluasi seberapa besar peran tenaga kesehatan dalam melaksanakan PITC guna meningkatkan cakupan tes HIV dini. 

0
0
0
s2smodern
0
0
0
s2smodern
Pengantar Website Minggu Ke-5 2016

Ilustrasi | fajar.co.idPerubahan paradigma pembangunan dari MDGs menjadi SDGs, masih menjadi topik yang akan dikupas dalam edisi website kali ini. Isu strategis dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang secara langsung mencerminkan upaya untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan kesejahteraan secara nasional adalah perlindungan social. Tujuan dari perlindungan sosial pada dasarnya adalah mengurangi kerentanan sosial dan ekonomi kelompok miskin dan termarginalisasi.  Isu ini secara spesifik menjadi pokok bahasan dalam artikel utama dengan judul “Menyambut SDGs: Bagaimana Perlindungan Sosial Bagi Orang Yang Terdampak AIDS?” (link) Satu point penting yang disampaikan dalam artikel ini bahwa SDGs tidak akan tercapai jika masih ada kelompok-kelompok yang termarjinalkan yang tidak punya akses yang berkeadilan untuk memperoleh kesejahteraan mereka karena hakekat dari SDGs adalah tidak ada satu orangpun yang dikecualikan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

0
0
0
s2smodern
0
0
0
s2smodern
Pengantar Website Minggu Ke-4 2016

Ilustrasi | universalhealthcoverageday.orgWebsite edisi kali ini menyajikan  topik pentingnya  isu inklusi sosial  LGBT  dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Inklusi social LGBT menjadi hal yang penting karena karakteristik dari sosial eksklusi kelompok LBGT adalah mereka tersembunyi dan termarginalkan, sehingga mereka tidak diperhitungkan keberadaanya dalam berbagai kebijakan dan program HIV dan AIDS. Eksklusifitas LGBT dalam penanggulangan HIV dan AIDS dapat menimbulkan diskriminasi dan stigma sehingga  untuk mengurangi permasalahan ini harus terjadi perubahan  sudut pandang kebijakan.  Dalam artikel utama yang berjudul “Dari Ekslusi ke Inklusi Sosial LGBT dalam Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS untuk Mewujudkan Universal Health Access” (link), setidaknya ada tiga hal yang disarankan untuk mendorong terjadinya inklusi social pada LGBT yaitu: advokasi pada pengambil kebijakan, peningkatan Kapasitas di sektor komunitas dan layanan serta integrasi program LBGT  ke dalam sistem kesehatan.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID