Pikiran Rakyat, 19 Desember 2014
BEIJING, (PRLM).- Pihak berwenang di sebuah desa di Cina berjanji akan memberi program pendidikan kepada warga, setelah seorang bocah berusia delapan tahun dikeluarkan dari sekolahnya karena terinfeksi HIV.
Media pemerintah melaporkan sekitar 200 warga desa di Provinsi Sichuan menandatangani petisi untuk mengusir anak itu.
Kini ada rencana untuk melakukan 'pendidikan ideologi' bagi warga untuk mengoreksi yang disebut sebagai konsepsi yang salah atas penyakit tersebut, walau belum ada rincian yang diketahui.
Anak yang diberi nama samaran Kun Kun oleh media, sebelumnya dikeluarkan dari sekolah ketika didiagnosis mengidap HIV pada tahun 2011 dan disebut tinggal bersama seorang pria yang menjadi kakek angkatnya.
Sindo News, 12 Desember 2014
PASURUAN - Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, razia ketertiban yang digelar Satpol PP terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) jalanan, mendeteksi sembilan orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS.
Virus mematikan ini diketahui setelah PSK yang terjaring razia dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan ini diantaranya tes darah.
"Pemeriksaan darah ini dilakukan uji laboratorium. Selama dua bulan terakhir, tercatat ada sembilan PSK yang terinfeksi HIV/Aids," kata Kasi Ops dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Pasuruan Ajar Dolar, kepada wartawan, Kamis (11/12/2014).
Pikiran Rakyat, 10 Desember 2014
SUKABUMI, (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), kembali membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi. Selain empat orang masyarakat Desa Cipeteuy sebagai WPA dan tujuh Pendidik Setara (Peer Leader Educator/PLE) untuk Kecamatan Kabandungan dilantik Ketua KPA Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya. Juga melantik 11 karyawan Chevron Geothermal Salak, Ltd. (CGS) sebagai PLE, Rabu (10/12).
Sebelum melakukan pelantikan Sukmawijaya terlebih dahulu melakukan penyuluhan HIV dan AIDS serta bahaya narkoba. Program pembentukkan WPA yang dilaksanakan KPA sepenuhnya didukung oleh CGS. Selama 2014, Bersama dengan KPA, CGS sudah membantu pembentukkan 24 WPA di berbagai wilayah di Sukabumi. Acara edukasi bahaya HIV dan AIDS juga dilakukan untuk seluruh pegawai dan kontraktor CGS.
Antara News, 10 Desember 2014
Jakarta (ANTARA News) - Angka penderita HIV-AIDS di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mengawatirkan. Tercatat ada 265 penderita positif dan 165 di antaranya sudah meninggal dunia.
Anggota tim Komisi IX Imam Suroso (F-PDI Perjuangan) yang ikut melakukan kunjungan kerja Komisi IX DPR ke Kaltim mengaku terperangah dengan temuan angka itu.
Imam, dalam laman DPR yang dikutip Rabu, mengatakan angka itu cukup luar biasa. Ia mengimbau agar Dinas Kesehatan setempat segera melakukan aksi preventif terhadap penularan virus mematikan itu. Balikpapan merupakan wilayah tertinggi angka pengidap HIV-AIDS di Kaltim.
"Pencegahan preventif perlu dilakukan. Itu tanggung jawab puskesmas dan rumah sakit setempat," katanya di Balikpapan, Kaltim, Selasa (9/12).
Berita Sore, 10 Desember 2014
KISARAN ( Berita ) : Selama kurun waktu limatahun, sedikitnya ditemukan 182 penderita HIV- AIDS,dengan 10 balita dengan jumlah meninggal mencapai 57 orang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan,jumlah penderita HIV-AIDS selama lima tahun, mengalami peningkatan jumlah penderita yang ditemukan. 2010 temukan 13 penderita, sedangkan 2011 naik menjadi 25 penderita, 2012 terus meningkat 48 penderita dan 2013 menjadi 49, dan 2014 sampai 1 Desember terdata 47 orang, atau dengan jumlah kumulatif sebanyak 182 penderita dengan 10 yang masih balita dan yang meninggal 57 penderita.
"Dari jumlah itu, tidak semua penderita yang menjalani perawatan jalan, karena ada yang hilang, atau pindah tempat. Namun demikian, Dinas Kesehatan tetap mengupayakan untuk melakukan terbaik untuk penderita HIV-AIDS," jelas Kadis Kesehatan dr Herwanto Sp.B, melalui,Kepala Seksi Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Safrin Hutahean, saat berbincang dengan Wartawan ,Selasa (9/12).
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia