Viva News, 10 Desember 2014

Komisi IX DPR meninjau Layanan Kesehatan KaltimBalikpapan, wilayah tertinggi jumlah pengidap HIV-AIDS di Kaltim.

VIVAnews - Angka penderita HIV-AIDS di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mengawatirkan. Tercatat ada 265 penderita positif dan 165 di antaranya sudah meninggal dunia. Ini temuan yang luar biasa dan perlu perhatian serius semua pihak di Kaltim.

Demikian ungkap Komisi IX DPR RI dalam kujungan kerja (kunker) ke Kaltim. Anggota Komisi IX, Imam Suroso (F-PDI Perjuangan), yang ikut serta dalam kunker tersebut, mengaku terperangah dengan temuan angka ini.Menurutnya ini kejadian yang luar biasa. Pihaknya menghimbau agar Dinas Kesehatan setempat segera melakukan aksi preventif terhadap penularan virus mematikan itu. Balikpapan merupakan wilayah tertinggi angka pengidap HIV-AIDS di Kaltim.

Kompas, 10 Desember 2014

AFP PHOTO / JUNI KRISWANTO Aktivis membawa pita merah dalam kampanye Hari AIDS Sedunia, di Surabaya, Senin (1/12/2014). Sekitar 45.000 kasus HIV/AIDS terjadi di Indonesia sepanjang 2013 dan 14.400 kematian di tahun yang sama.DENPASAR, KOMPAS.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali mengestimasi pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 26.000 orang. Sementara yang terjangkau oleh KPA per Oktober 2014 hanya sekitar 10.371 orang.

"Berarti masih ada yang belum kita capai. Untuk mewujudkan pencapaian yang belum ini, maka harus kita lakukan kerja keras melalui program-program yang kreatif," kata Ketua KPA Provinsi Bali, I Ketut Sudikerta di Denpasar, Rabu (10/12/2014).

Sudikerta menambahkan, dari total kumulatif yang terjangkau berjumlah 10.371 orang, di antaranya yang mengidap AIDS berjumlah 4.811 orang dan HIV berjumlah 5.560 orang. Untuk yang hidup tercatat 9.806 orang dan meninggal mencapai 565 orang. Sementara, saat ini Provinsi Bali berada di urutan kelima setelah Papua, Jawa Timur, DKI, dan Jawa Barat.

Harian Terbit, 9 Desember 2014

Pemeriksaan HIV/Aids. Foto:HarianTerbit/AdiJakarta, HanTer - Sudin Kesehatan Pemkot Jakarta Selatan melaporkan hingga Desember 2013 lalu jumlah kasus AIDS secara kumulatif turun dibanding tahun sebelumnya, dari 199 kasus menjadi 80 kasus.

Sedangkan ditahun 2014 jumlah 114 kasus menjadi 92 kasus , dari jumlah tersebut Kota Administrasi Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan prevalensi kasus AIDS peringkat lima di provinsi DKI Jakarta.

Kasie Sudin Kesehatan Jakarta Selatan Dr. Endang S mengungkapkan pihaknya mempunyai perincian data orang yang terinfeksi penyakit tersebut. "Homo seksual 57 orang dengan HIV dan 44 orang dengan AIDS, Biseksual 1 orang AIDS, Perinatal (Anak dari Ibu melahirkan) 3 orang dengan HIV dan 1 orang dengan AIDS, Transfusi darah / cangkok organ 1 orang dengan HIV dan 1 orang dengan AIDS dan pengguna Narkotik Suntik 20 orang dengan HIV dan 28 orang ,"ujarnya kepada Harian Terbit, ,Selasa (9/12/2014).

Fajar Online, 9 Desember 2014

AIDSFAJARONLINE — Angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur terus mengalami peningkatan. Data per Agustus 2014, angka pederita HIV/Aids mencapai 87 kasus. Mayoritas merupakan pekerja di tempat hiburan malam (THM). Khususnya di wilayah pertambangan.

Wakil Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler mengatakan, THM sudah mencapai 20-an dan tidak memiliki izin. Selain pelayan THM, pemerintah juga menemukan warga yang satu keluarga mengidap HIV/Aids.

"Seorang warga bekerja tambang di Papua. Akhirnya terinfeksi HIV/Aids, kemudian pulang berhubungan badan dengan istrinya hingga hamil. Akhirnya, suami, istri, dan anaknya tertular HIV/Aids. Ketiganya sudah meninggal dunia," jelasnya.

Liputan6, 9 Desember 2014

AIDS merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat global yang tercatat dalam sejarahLiputan6.com, Jakarta Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) masih memiliki harapan hidup yang sama dengan manusia lainnya, kata pakar HIV/AIDS dr Joni kiswanto MKM.

"Penderita HIV/AIDS masih memiliki harapan hidup lama, jika mengonsumsi obat untuk mempertahankan kekebalan tubuh pada manusia," kata Joni yang juga anggota KPA Sumbar ketika menjadi narasumber dalam seminar HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh Pemkot Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), ditulis Selasa (9/12/2014).

Dia mengatakan, penderita virus HIV/AIDS bisa berobat secara rutin, sama halnya dengan penyakit yang mematikan lainnya.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID