Blog AIDS 2014, 18 July 2014

People who inject drugs remain one of the highest-risk groups for contracting HIV, but infringements of their human rights around the world threatens to derail progress on ending AIDS.

Globally, around 16 million people inject drugs (WHO) and 3 million of them are living with HIV – and it is critical that their needs are represented at the 20th International AIDS Conference .

Asia Pacific is the second region in the world most affected by HIV and now home to an estimated 4.9 million people living with HIV (UNAIDS). The majority of infections have occurred through sharing injecting equipment and unprotected sex.

Galamedia, 19 Juli 2014

BLK. FACTORY,(GM).- Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bertolak ke Australia sebagai perwakilan Indonesia dan menjadi pembicara pada forum PBB terkait penanggulangan HIV/AIDS.

"Saya mendampingi Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi. Kota Bandung diminta mewakili Indonesia, berbicara di tingkat PBB terkait penanggulangan HIV/AIDS," ujar Emil --panggilan akrabnya-- di sela acara penyerahan predikat kepatuhan standar pelayanan publik yang digagas Ombudsman RI di Jakarta, Jumat (18/7).

Kompas, 18 Juli 2014

IlustrasiKOMPAS.com - Ketika HIV/AIDS mulai merebak tahun 1980-an, terinfeksi HIV berarti lonceng kematian. Kini, setelah epidemi AIDS berlangsung lebih dari 30 tahun, orang-orang yang terinfeksi HIV bisa hidup panjang seperti mereka yang tidak tertular virus penyebab AIDS ini.

Sejak obat anti-HIV yang disebut antiretroviral (ARV) ditemukan, mereka yang terinfeksi HIV (ODHA) membaik kualitas hidupnya karena tetap sehat sehingga angka kematian pun bisa berkurang hingga setengahnya.

Radio Australia, 18 Juli 2014

Ayu Oktariani akan membacakan pidato dalam pembukaan AIDS 2014. (Foto: Koleksi pribadi)Konferensi Internasional AIDS 2014, atau sering disingkat dengan 'AIDS 2014', akan berlangsung 20-25 Juli di Melbourne, Australia. Sejumlah perwakilan dari Indonesia, termasuk Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, akan menghadiri acara ini dengan berbagai pesan dan juga harapan.

Ini adalah ke-22 kalinya konferensi tersebut digelar. Yang menghadirinya antara lain pembuat kebijakan, pekerja bidang HIV (human immunodeficiency virus, yang menurunkan kekebalan tubuh hingga bisa terkena AIDS), dan ODHA (Orang dengan HIV AIDS).

Dari Indonesia, akan datang hadir antara lain Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan aktivis Baby Rivona serta Ayu Oktariani.

Sumatera Ekspres, 18 Juli 2014

IlustrasiPALEMBANG- Sebanyak 50 eks Wanita Tuna Susila (WTS) binaan Yayasan Kharisma Sumsel, mendapat bantuan uang serta bimbingan dan pembinaan rehabilitasi tuna sosial WTS dari Kementrian Sosial RI, di kantor Kharisma Sumsel, Jumat (18/7).

Direktur rehabilitasi sosial Tuna Sosial RI Kemensos RI, DR Soni W Manalu MM mengatakan bantuan ini nantinya dipergunakan untuk mengembangkan usahanya sehingga tidak lagi kembali menjadi pekerja komersial. Karena selama ini bantuan tersebut cukup berhasil membantu meningkatkan perekonomian mereka. " Bantuan yang diberikan sebesar Rp5 juta/orang," bebernya.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID