Antara News, 22 Agustus 2014

ILUSTRASI (ANTARANews.com)Ternate (ANTARA News) - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ternate, Maluku Utara (Malut), meminta agar pihak terkait bisa merahasiakan identitas penderita HIV/AIDS di Ternate yang saat ini jumlahnya makin meningkat.

Ketua IDI Cabang Kota Ternate Alwia Assagaf ketika dihubungi mengatakan di Ternate, Jumat, kalau ada pasien penderita HIV/AIDS tidak ditangani oleh puskesmas tetapi langsung dirujuk ke puskesmas harus dirahasiakan identitasnya

Alwia Assagaf yang juga Kepala Puskesmas Siko meminta, kalaupun ada pasien yang menderita mengarah ke HIV/AIDS itu puskesmas merujuk langsung ke RSU.

Kedaulatan Rakyat, 22 Agustus 2014

REMBANG (KRjogja.com) - Dinas Kesehatan (DKK) Rembang selama 2014 menemukan 27 kasus baru orang positif terinveksi HIV/AIDS. Dari 27 kasus tersebut palingbanyak ditemukan di tiga kecamatan Rembang timur, masing-masing Sale, Sarang serta Kragan.

Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit pada DKK Rembang, dr Jon Budi, saat ditemui Jumat kemarin mengatakan, berdasarkan data sejak 2004, secara akumulatif ditemukan 181 kasus HIV. Dari angka itu, 90 penderita dinyatakan sudah meninggal dunia. "Dari semua kasus yang terjadi, kebanyakan justru menimpa kalangan ibu rumah tangga. Sebelumnya mereka tidak tahu jika terinveksi virus tersebut. Dugaan kami mereka tertular dari suami,"jelasnya.

All Africa, 20 August 2014

OUTDATED cxultural practices are to blame for the spread of HIV-Aids among the Luo community, an NGO has said.

Mumbo Cultural and Development Forum secretary Aguko Mayora said the community should discard some outdated cultural practices, which contribute to the spread of the disease.

"Outdated cultural practices should be discarded if we are to contain the spread. Widow inheritance should be discouraged and men should go for voluntary circumcision," he said.

Riau Terkini, 21 Agutus 2014

Mengejutkan, sepanjang tahun ini, telah terjadi 48 kasus pelanggaran perlindungan anak di Siak. Selain itu, diketahui pula bahwa terdapat 84 orang yang menderita HIV/Aids.

Riauterkini-SIAK- Cukup mengejutkan, terungkap bahwa di Kabupaten Siak, terjadi 48 kasus pelanggaran perlindungan anak dan 84 orang penderita HIV-AIDS. Hal itu terungkap saat rapat forum sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah daerah, Rabu (20/8/14), yang dipimpin Bupati Siak Syamsuar. Rapat itu juga dihadiri Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Zainul Arifin, dan seluruh satuan kerja perangkat daerah.

Dalam rapat tersebut, Bupati Syamsuar memaparkan 5 permasalahan yang ada, yakni Gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), surat edaran Mendagri nomor 450/3806/4 SJ tertanggal 7 Agustus 2014, perlindungan anak, perkembangan HIV-AIDS, dan kesiapan pelepasan dan keberangkatan jemaah haji.

JPNN, 21 Agustus 2014

LHOKSEUMAWE - Pemahaman masyarakat Aceh Utara dan Kota terhadap HIV/Aids semakin baik dan terus meningkat, sehingga kasus diskriminasi dan stigma terhadap penderita atau ODHA kian hari semakin menurun.

"Alhamdulillah, berkat usaha konsolidasi kami dengan berbagai pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, diskriminasi terhadap ODHA semakin menurun," ungkap Khaidir, Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) kepada Rakyat Aceh, Rabu (20/8).

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID