Pengantar (Introduction)

Penulis: Hersumpana

Forum Nasional V Jaringan Kebijakan Kesehatan IndonesiaSejak Millenium Development Goals (MDGs) menjadi komitmen pemerintah hingga saat ini, status kesehatan masyarakat di Indonesia dirasakan belum mengalami kemajuan yang signifikan. Keprihatinan  ini disuarakan oleh berbagai stakeholder kesehatan dalam Forum Nasional V Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia di Bandung pada tanggal 24 -26 September 2014. Ketua Bappenas Dr. Armida Alisyahbana sebagai keynote speaker menegaskan bahwa Indonesia sedang menghadapi tantangan yang serius dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, karena belum mencapai  target sesuai harapan MDGs ke 4, 5 dan 6. Pada Goal 6 kriteria untuk target zero new infection  HIV/AIDS di 2015 mendapatkan raport merah.  Gap Report UNAIDS 2014 merilis data  tingkat prevalensi HIV /AIDS di Indonesia justru mengalami kenaikan sekitar 48 %. Di Kawasan Asia pasifik, kenaikan infeksi baru Indonesia menyumbang 23 % , China 20 %, dan India 38 % , sementara Thailand, Vietnam, dan Myanmar 2 %.   Trend negara tetangga cenderung mengalami penurunan [1]

Pengantar Minggu ke-37 Tahun 2014

Untuk mengintegrasikan Kebijakan AIDS ke dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) ternyata tidak mudah. Tantangan siap menghadang prose tersebut. Sumber daya manusia yang kompeten, baik level manajerial maupun level pelaksana di lapangan; Ketersediaan dan kemerataan tempat layanan kesehatan; kesenjangan pendanaan; dan Stigma dan diskriminasi beberapa diantaranya. Pada minggu ini disajikan tulisan {link}{title}{/link}. Tulisan ini merupakan salah satu bagian dari hasil penelitian "HIV/AIDS Policy and Programming within the Framework of Health System in Indonesia" kerjasama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan PKMK-FK UGM dengan Program Kerjasama Australia – Indonesia untuk HIV.

Pengantar Minggu ke-36 Tahun 2014

Integrasi Penanggulangan AIDS dalam Sistem Kesehatan NasionalPada minggu lalu tim peneliti Kebijakan AIDS PKMK-FK UGM melakukan kegiatan workshop analisa data yang selama ini dikumpulkan oleh 9 tim peneliti universitas. Topik perbincangan yang menarik untuk disimak adalah bagaimana cara mengukur sebuah integrasi Kebijakan AIDS ke dalam sistem Kesehatan terjadi selama ini? Pemahaman cara konsep integrasi sampai dengan cara pengukuran menjadi komponen penting dalam penelitian yang sedang dilakukan. PKMK-FK UGM bekerja sama dengan DFAT mengundang secara khusus Prof. Drh. Wiku Adisasmito, M.Sc., Ph.D untuk memberikan pencerahan terhadap komponen penting tesebut.

Ilustrasi | dataintegrationblog.comPada minggu ini ditampilkan tiga artikel baru yang terkait dengan topik kebijakan AIDS di Indonesia. Saat ini di hampir seluruh propinsi telah melakukan program Layanan Komprehensif HIV-IMS Berkesinambungan. Bagaimana cerita di lapangan saat implmentasi perlu disimak untuk menambah wawasan terkait kebijakan program di Indonesia. Hal ini terkait dengan integrasi layanan HIV-AIDS pada sektor kesehatan dari tingkat pusat maupun daerah. Selain itu sistem surveilans perlu menyesuaikan pekrembangan kondisi kesehatan saat ini. Hal itu yang mendasari terbitnya Permenkes baru mengenai surveilans kesehatan.

Pengantar Minggu ke-34 Tahun 2014

DesentralisasiKomisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional sedang menyusun Strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) Penanggulangan HIV dan AIDS 2015-2019 yang akan menggantikan SRAN yang lama. Pada sisi yang lain Sumatera Utara baru saja menerbitkan Pergub mengenai penanggulangan AIDS. Pertanyaan yang selalu meuncul adalah bagaimana relasi yang terjadi antara peraturan pusat dan daerah dalam penanggulangan AIDS. Dalam era desentralisasi saat ini kewenangan telah dibagi ke daerah, namun pusat seakan tidak mau melepas dengan menerbitkan peraturan yang baru. Bagaimana seharusnya relasi tersebut terjadi dan implementasikan?

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID