Pengantar (Introduction)

Pengantar Minggu ke-33 Tahun 2014

69 Indonesia MerdekaMerdeka! Merdeka! Merdeka! Pada tanggal 17 Agustus 2014 nanti Republik Indonesia tercinta akan menginjak usia yang ke-69 tahun. Pada tahun ini pula harapan baru timbul dengan akan bergantinya era kepemimpinan baru dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada penggantinya. Perubahan baru yang lebih baik dibidang kesehatan tertumpu pada pemerintahan yang baru tersebut. Tidak ketinggalan dengan program penanggulangan AIDS. Semoga dengan momentum perubahan dan usia Indonesia yang lebih matang dapat membawak arah Kebijakan AIDS yang bertumpu pada kearifan lokal dan permasalahan yang ada muncul sehingga dapat menghentikan kasus-kasus infeksi HIV baru.

Pengantar Minggu 32Selama libur panjang lebaran tahun ini dapat memberikan pengalaman yang menarik dan memberikan semangat baru bagi Indonesia. Libur lebaran kali ini sedikti berbeda dengan adanya pesta demokrasi yang sedang berlangsung. Harapan perubahan baru tertumpu pada pemerintahan yang baru tersebut. Begitu pula dengan sektor kesehatan dan khususnya program penanggulangan AIDS. Kebijakan AIDS yang bertumpu pada kearifan lokal dan permasalahan yang ada diharapkan muncul dari proses demokrasi di Indonesia.

Selamat Hari Raya Idul FItri 1435 H. Mohon maaf lahir batin. 

Kami akan libur mulai tanggal 26 Juli - 3 Agustus 2014. 

Pengantar Minggu ke-30 Tahun 2014

Anti Retro Viral | www.aidsindonesia.or.idTopik pembahasan mengenai terapi Anti Retro Viral (ARV) bagi orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) semakin berkembang. paradigma treatment as prevention (TasP) dan test and treat (TandT) mewarnai topik pembahasan tersebut. Mengenai TasP dan TandT bukan merupakan konsep baru, tetapi telah berkembang sekitar tahun 2010. Pada tahun 2013 diperkuat oleh WHO dengan mengenalkan Strategi Use for ARV (SUFA). Indonesia telah mengadopsi pula konsep tersebut pada tahun 2013 dan telah diperluas pada tahun 2014 ini. Baca: Kebutuhan ARV dalam Konteks Perluasan Kebijakan Strategic Use for ARV dan Sampai Kapan Kebijakan Kesehatan yang Menggratiskan Obat Anti Retro Viral (ARV) Mampu Bertahan di Indonesia?

Pengantar Minggu ke-29 Tahun 2014

antiretrovirals | npr.orgSalah satu siklus layanan komprehensif berkelanjutan adalah pengobatan anti retro viral (ARV). Pada tahun 2013 kementrian kesehatan menjalan kebijakan yang dinamakan dengan SUFA (Strategic Use for ARV). Kebijakan ini berawal dari rekomendasi WHO terkait penelitian yang menunjukkan bila seorang ODHA menggunakan ARV dengan patuh maka dapat mengurangi risiko penluaran HIV kepada orang lain. Oleh karena itu kebijakan SUFA tersebut mewajibkan orang yang berperilaku berisiko dan terinfeksi HIV harus segera menggunakan ARV tanpa melihat lagi kadar CD4 di dalam darah.

Dalam pengantar minggu ke-15, Sampai Kapan Kebijakan Kesehatan yang Menggratiskan Obat Anti Retro Viral (ARV) Mampu Bertahan di Indonesia?, menyebutkan salah satu dampaknya adalah kebutuhan ARV yang sangat banyak bila SUFA diterapkan. Kemekes pada awal launching, SUFA diterapkan hanya pada 13 kota percontohan, tetapi pada bulan Juli 2014 perluasan penerapan SUFA telah berjalan. Paling tidak ada 15 kota tambahan untuk penerapan SUFA. Oleh karena itu distribusi dan manajemen obat ARV harus diperbaiki segera. Bila tidak maka akan terjadi banyak ketimpangan kebutuhan dan ketersedian ARV.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID