Pengantar (Introduction)

Pengantar Minggu Ke-28 Tahun 2014

Ilustrasi | jamaica-gleaner.comPada Survei Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) tahun 2011 dan 2013 terjadi peningkatan prevanlensi HIV pada populasi Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL). Pada tahun 2007 prevalensi HIV sebesar tahun 5,3% meningkat menjadi 12,4%. Sedangkan pada daearah yang lain prevalensi HIV pada tahun 2009 sebesar 7,0% meningkat menjadi 12,8%. Peningkatan yang signifikan terjadi pada beberapa daerah yang meningkat menjadi lebih dari 100%. Berikut daftar peningkatan prevelansi HIV paa beberapa daerah:

Pengantar Minggu ke-27 Tahun 2014

SIHA | pilarmedia.comSistem pencatatan, pelaporan dan evaluasi dengan memanfaatkan sistem informasi merupakan hal penting yang tidak bisa dilepaskan dari program penanggulangan AIDS. Sejak awal program berjalan telah banyak sistem informasi yang diupayakan baik oleh pemerintah maupun lembaga donor. Pencatatan yang bersifat manual sampai dengan yang berbasis web telah dikembangkan. Dahulu sistem pencatatan dan pelaporan masih berbasis kepada kegaitan yang dilakukan oleh lembaga donor, akan tetapi sering dengan waktu KPA Nasional telah mengembangkan pelaporan yang bersifat nasional.

Saat ini Kemenkes tengah mengembangkan dan mengujicoba penerapan Sistem Informasi HIV dan AIDS (SIHA). Sistem ini diharapkan dapat menyatukan semua pencatatan dan pelaporan yang dilakukan oleh pelaksana program penanggulangan AIDS di Indonesia. SIHA sendiri telah disatukan dalam program Sistem Informasi Kesehatan Nasional (Siknas) dibawah naungan Pusdtin, Kemenkes. Hal ini mengindikasikan bahwa SIHA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan sistem informasi Kesehatan.

Pengantar Minggu ke-24 Tahun 2014

KOMPAS.com/Achmad FaizalPada tanggal 18 Juni 2014 mungkin menjadi hari terakhir nama daerah Dolly terdengar di Indonesia. Dolly merupakan sebuah daerah di Surabaya sebagai tempat transkasi seksual komersil terjadi. Dolly diyakini sebagai tempat transaksi seks komersil terbesar se Asia Tenggara. Pemerintah daerah kota Surabaya telah memutuskan pada tahun 2014 akan menutup Dolly sebagai tempat transaksi seks komersial. Persiapan telah dilakukan sejak awal tahun dan telah ditentukan bahwa satu hari lagi, tepatnya tanggal 18 Juni merupakan hari terakhir Dolly.

Satu bulan terakhir wilayah Surabaya khususnya Dolly menjadi hiruk pikuk terkait dengan hal tersebut. Satu kelompok mendukung rencana Pemkot Surabaya sedangkan pada kelompok lainnya menolak keras rencana tersebut. Pertimbangan ekonomi masih menjadi ganjalan yang dominan bagi rencana penutupan Dolly. Pedekatan yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya belum berhasil meyakinkan penghuni kawasan Dolly untuk berganti profesi.

Pengantar Minggu ke-23 Tahun 2014
Oleh: Muhammad Suharni

IlustrasiBeberapa kebijakan yang mengatur tentang pendanaan adalah Perpres No 75 tahun 2006, Permendagri No 20 tahun 2007, dan Stranas 2010- 2014. Dalam Pasal 15, Perpres No 75 tahun 2006 disebutkan bahwa:

  1. Semua biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan sumber dana lainnya yang sifatnya tidak mengikat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  2. Semua biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi.
  3. Semua biaya yang diperlukan bagi pelaksanaan tugas Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten/Kota dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota.

Pengantar Minggu Ke-21 Tahun 2014

JKN | inilah.comKebijakan terbaru penanggulangan AIDS salah satunya adalah inisiasi dini ARV bagi orang dengan HIV dan AIDS (Odha). Inisiasi dini ARV adalah tindakan pemberian ARV dapat diberikan kepada orang yang terinfeksi HIV tanpa melihat nilai CD4. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menkes No 129 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Pengendalian HIV-AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Implikasi dari kebijakan tersebut adalah pemerintah harus menyediakan obat Anti Retroviral (ARV) yang cukup banyak. Menurut estimasi Kemenkes RI tahun 2012, jumlah Odha sebanyak 253.785 orang. Perhitungan Kemekes RI, setiap Odha membutuhkan dana sebesar US$ 995 per tahun untuk kebutuhan obat ARV. Ini berarti pemerintah pusat harus menyediakan anggaran lebih dari US$ 150 juta pertahunnya. Dana yang tidak sedikit.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID