Pengantar (Introduction)

Pengantar Minggu Ke-49

World AIDS Day 2014Hari AIDS Sedunia 2014 adalah sebuah kesempatan untuk mengontrol kekuatan perubahan sosial dengan menempatkan masyarakat di depan dan menutup kesenjangan akses.  UNAIDS memiliki tujuan mengakhiri epidemi AIDS pada 2030 adalah mungkin, tetapi hanya dengan mendekatkan kesenjangan jarak antara orang yang memiliki akses ke pencegahan HIV, pengobatan, perawatan dan dukungan layanan serta orang yang diabaikan.

Menutup kesenjangan berarti memberdayakan dan memungkinkan semua orang, dimana-mana mengakses layanan yang mereka butuhkan.  Dengan menutup kesenjangan test HIV, 19 juta orang yang tidak sadar akan status positifnya bisa mendapatkan dukungan.

Pengantar Minggu Ke-48

WAD 2014 | UNAIDSHari AIDS Sedunia 2014 adalah sebuah kesempatan untuk mengontrol kekuatan perubahan sosial dengan menempatkan masyarakat di depan dan menutup kesenjangan akses.  UNAIDS memiliki tujuan mengakhiri epidemi AIDS pada 2030 adalah mungkin, tetapi hanya dengan mendekatkan kesenjangan jarak antara orang yang memiliki akses ke pencegahan HIV, pengobatan, perawatan dan dukungan layanan serta orang yang diabaikan.

Menutup kesenjangan berarti memberdayakan dan memungkinkan semua orang, dimana-mana mengakses layanan yang mereka butuhkan.  Dengan menutup kesenjangan test HIV, 19 juga orang yang tidak sadar akan status positifnya bisa mendapatkan dukungan.

Pengantar website minggu ke – 47

Ilustrasi | gofaztrack.comTulisan website minggu ke – 47 mengangkat tema terkait Kebijakan terhadap kelompok terpinggirkan dan pemberdayaan komunitas atau sering diistilahkan sebagai penguatan sistem komunitas. Paradigma pembangunan kita sejauh ini lebih menekankan pendekatan vertikal yang bersifat searah dan kurang memberikan ruang untuk pelibatan masyarakat. Sejak reformasi, pendekatan bottom up dan melibatkan masyarakat menjadi prioritas baru. Permasalahannya sejauhmana penguatan sistem komunitas ini efektif meningkatkan kesejahteraan dan derajat kesehatan masyarakat khususnya pada kelompok terpinggirkan? Apakah mereka mengalami perubahan atau tetap menjadi ‘obyek’ pembangunan yang bersifat instrumental dan pragmatis?

Pengantar Web Minggu ke-46

Policy | www.mcnc.orgWebsite Minggu ini mengangkat  tema tentang pentingnya pengembangan kebijakan  publik yang  berbasiskan bukti (evidence based policy).   Sebuah tulisan overview tentang pembuatan kebijakan Publik terkait penanggulangan AIDS yang berbasis pada bukti-bukti ilmiah dan berbasis argumen yang rasional  dalam korelasinya dengan pendekatan incremental   ditulis oleh Crysant lily  dengan Judul “Model Penyusunan Kebijakan dan Implikasinya terhadap Penelitian dan Advokasi di Isu HIV dan AIDS”.

Ketersediaan informasi strategis dalam  penanggulangan AIDS  pada level daerah dilakukan melalui serosurvey. Sebuah hasil penelitian serosurvey  di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2014 yang dilakukan oleh Sitti Fatimah dari Puskesmas Bulupoddo dan Hilmiyah, Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai menunjukkan bahwa prevalensi HIV meningkat di kalangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan Nelayan.

Pengantar Minggu Ke-45, Oleh: Iko Safika, Ph.D

Rainbow Flag | by dejanpelzel.deviantart.comLelaki yang Berhubungan Seks dengan Lelaki (LSL) merupakan salah satu populasi yang rentan terhadap infeksi HIV. Upaya penanggulangan HIV dan AIDS pada kelompok ini telah dilakukan lebih dari satu dekade tetapi kasus HIV tetap meningkat. Analisa Survey Terpadu Biologi dan Perilaku (STBP) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), misalnya melaporkan prevalensi HIV pada kelompok ini meningkat dari 5% di tahun 2007 menjadi 12% di  tahun 2011[1]. Lebih lanjut, STBP 2009 dan 2013 juga melaporkan peningkatan prevalensi HIV, yaitu dari 7% menjadi  12,8%[2]. Penelitian-penelitian sosial pada kelompok ini juga melaporkan peningkatan perilaku seksual beresiko tertular HIV[3][4].

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID