All Africa, 8 August 2014

A HIV positive homosexual man has his blood pressure checked at a VCT clinic supported by the Global Fund via the Kenyan Red Cross (file photo). Photo: Aidspan Once touted as the success story of not just the continent, but the world, Uganda seems to be slipping further off that decorated wagon and paving way for new golden girls such as Kenya.

Having brought HIV prevalence rates down from double digits in the 1980s and 1990s to just five per cent at the turn of the millennium, Uganda's prevalence rates have since shot back up to 7.3 per cent from 6.4 per cent in 2005. In contrast, Kenya's universal access prevalence now stands at 5.6 per cent, down from 7.2 per cent in 2007, according to the 2012 Aids Indicator Survey.

Zambia Daily Mail, 8 August 2014

...Reflections from the AIDS 2014 Conference
ADOLESCENCE is a defining period in the growth of a young person.
Supporting young people to successfully navigate this stage of life can help break the cycle of poverty and produce great benefits for individuals, communities and countries.

During adolescence, a growing person has the possibility of being exposed to life-risking activities such as unprotected sex, early marriage and abuse.

It is also during adolescence that most individuals discover their real worth and status when it comes to whether they are HIV-positive or negative.

Kaltim Post, 7 Agustus 2014

Perhatian Pemerintah ke ODHA Kurang

PENAJAM - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli AIDS (KPA) Plus Joddy mengatakan bahwa perhatian pemerintah kabupaten terhadap pengidap HIV-AIDS di Penajam Paser Utara (PPU) masih sangat kecil.

Diketahui saat ini ODHA (sebutan pengidap penyakit HIV) yang ada di PPU sudah berjumlah 21 orang. Dan untuk kasus terakhir ditemukan di Kecamatan Penajam tiga bulan lalu.

Go Riau, 7 Agustus 2014

SSR BDPN saat melakukan Cadress Meeting PIKM di Posyandu SemangkaTEMBILAHAN, GORIAU.COM - Penyebaran HIV dan AIDS di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus meningkat, setiap bulan saja selalu ada penambahan kasus baru. Dari keseluruhan kasus yang terdata oleh Dinas Kesehatan (Dinkes), kasus yang ditemukan pada Ibu Rumah Tangga (IRT) menempati urutan teratas.

Karena itulah, saat ini IRT menjadi salah satu sasaran untuk diberi pengertian mengenai penyakit berbahaya ini. Seperti yang dilakukan Sub Sub Recipien (SSR) Bangun Desa Payung Negeri (BDPN) Inhil yang membentuk Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat.

Anggota PKIM yang dibentuk adalah IRT, dimana IRT yang menjadi anggota PKIM akan menjadi kader yang nantinya menyampaikan bahaya HIV ke IRT disekitar wilayah tempat tinggal mereka.

Kompas, 7 Agustus 2014

Ilustrasi pasangan dan penyakit HIV AIDS Shutterstock KOMPAS.com - Kampanye berperilaku aman pada populasi berisiko tak begitu efektif. Akibatnya, infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dari populasi berisiko kepada orang di luar populasi itu menjadi ancaman penyebaran. Untuk itu, perlu pendekatan dan cara baru penanggulangan epidemi HIV.

Menurut Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (5/8), sulit mengubah perilaku populasi berisiko agar mau menjaga kesehatan diri dan orang lain. "Heran, mengapa yang berisiko tidak mau berperilaku aman. Kesadaran menjaga kesehatan dirinya dan orang lain kurang," kata dia.

Nafsiah menyatakan, pemerintah telah menyosialisasikan pemakaian jarum suntik steril dan alat pelindung untuk memutus penularan HIV. Bahkan, pemerintah menyediakan alat suntik steril dan alat pelindung gratis. Namun, banyak orang berperilaku berisiko terinfeksi HIV enggan memakainya.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID