This research will establish a research advisory board consisting of policy makers at national level (NAC, Ministry of Health, bilateral and multilateral Donors), International Development Partners, Researchers, Civil Society Organizations and Key Affected Populations. The board is designed to provide guidance and direction for the research in order to meet research objectives and to strengthen possible utilization of the research findings in policy developement.
As a preliminary activity of the research it is important that the researchers gain similar knowledge and understanding about the research setting. Therefore the core research team needs to conduct a review of the current HIV/AIDS policy and programming at the national and provincial level. This review will also document key factors that support or facilitate or hinder achievements of HIV/AIDS and programming in the country. Further, more results of the review will be utilised to develop the main protocol of the research.
Despite pros and cons of the vertical approach in providing assistance to the people with HIV/AIDS, most results of HIV/AIDS researches and the latest evaluation by the National AIDS Commission of 2011 concluded that policy responses programs to combat HIV/AIDS in Indonesia have been scattered and have not been well-aligned or strengthened the health system in the country. This brings enormous challenges in bringing the HIV response up to an effective and efficient level. With more cases reported from 341 districts and cities in the whole 33 provinces in Indonesia and even more responses implemented by the Indonesian government either with or without the supports from various donors, it is obvious that all efforts in providing better prevention programs, care, and treatment, as well as reduction of exposure to HIV/AIDS needs to be revisited.
Untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan dari hasil penelitian, Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (CHPM) mengusulkan sebuah struktur manajemen untuk rencana implementasi penelitian.CHPM juga mempersiapkan tahapan untuk menjamin kualitaspenelitian agar diikuti selama masa penelitian, manajemen risiko, serta rencana. Detail Organisasai, jaminan kualitas, manejemen resiko, serta rencana monitrong dan evaluasi adalag sebagai berikut:
![]() |
||||
![]() |
![]() |
|||
![]() |
![]() |
|||
![]() |
||||
![]() |
||||
Pusat Manajemen Pelayanan Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada (PKMK-FK UGM) dipercaya oleh Program Kerjasama Australia – Indonesia untuk HIV (AIPHIV) untuk melakukan sebuah penelitian melalui dukungan dana dari DFAT. Penelitian ini untuk menjawab pertanyaaan penelitian: Bagaimana keberadaan program dan implementasi kebijakan HIV/AIDS yang ada saat ini dalam kerangka sistem kesehatan di Indonesia?
Kegiatan penelitian akan dikelompokkan dalam tiga komponen. Pertama, pemetaan analisa kebijakan HIV/AIDS yang saat ini digunakan sebagai pendekatan dalam penanganan HIV di Indonesia dan sampai sejauh mana sistem kesehatan Indonesia sudah atau dapat menanggulangi epidemi HIV/AIDS. Kedua, penelitian ini akan mengeksplorasi pilihan-pilihan yang optimal terhadap model penanganan HIV/AIDS yang nantinya akan mampu memperluas dan meningkatkan intervensi terhadap kompleksnya penanganan HIV/AIDS ke dalam kerangka sistem kesehatan di Indonesia yang saat ini masih sangat terdesentralisasi, tanpa mengesampingkan kebutuhan akan layanan kesehatan mendasar lainnya. Ketiga, adalah penguatan jaringan manajemen pengetahuan dengan 9 universitas yang diseleksi di 8 provinsi di Indonesia.
Bila ingin mendapatkan semua dokumen pada setiap tahapan proses penelitian tersebut maka Website Kebijakan AIDS Indonesia menyediakannya sehingga dapat dilihat dan diunduh. Silahkan klik di bagian bawah ini:
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia