Sofia Gruskin et al.

Abstrak

Pengantar: Perhatian terhadap dampak negatif kendala-kendala struktural pada upaya penganggulangan HIV meningkat. Pengkajian kebijakan dan kondisi hukum nasional dengan  memperhatikan komitmen negara terhadap hak asasi international adalah sarana menilai dan memberikan fokus untuk mengatasi kendala-kendala upaya penanggulangan HIV yang efektif.

Metode: Data kebijakan dan hukum dari 171 negara yang dilaporan berdasarkan pernyataan komitmen Sesi Khusus Sidang Majelis Umum PBB (UNGASS) 2001 tentang HIV dan AIDS dianalisis untuk menilai perhatian terhadap hak asasi manusia pada hukum nasional dan kebijakan yang relevan dengan kesehatan dan hak populasi kunci seperti IDU, MSM, dan pekerja seks.

Oleh Diane Cooper,  et al.

Diane Cooper | www.uwc.ac.zaAbstrak

Latar Belakang

Integrasi Kesehatan seksual dan reproduksi (SRH) dan Kebijakan dan layanan HIV yang disediakan oleh pemberi layanan menjadi prioritas global,  khususnya di benua Afrika dimana prevalensi HIV tertinggi.  Afrika selatan memiliki program terapi ART yang terbesar di dunia, dengan estimasi 2.7 juta orang menjalankan terapi ARV, meningkatkan kemenonjolan Afrika Selatan sebagai satu pioner global dalam pengobatan HIV.  Pada 2011, Masyarakat klinisi HIV Afrika Selatan mempublikasikan  pedoman kehamilan yang lebih aman untuk Orang yang Hidup dengan HIV  dan pada 2013, Pemerintah Afrika Selatan mempublikasikan pedoman kontrasepsi yang menegaskan pentingnya SRH dan layanan perecanaan kesuburan bagi orang yang hidup dengan HIV.  Menangai kehamilan yang tidak diinginkan, kehamilan yang lebih aman dan isu-isu kesehatan ibu adalah krusial untuk memperbaiki  kesehatan Seksual dan Reproduksi Orang yang hidup dengan HIV dan memerangi epidemi Global.

Altynay Shigayeva and Richard J Coker

Abstrak

IlustrasiTerdapat  pembaruan keprihatinan atas keberlanjutan program-program pengendalian penyakit, dan munculnya kembali rekomendasi kebijakan untuk mengintegrasikan program dengan sistem kesehatan umum. Namun, konseptualisasi dari isu ini  sangat sedikit mendapatkan perhatian kritis. Selain itu, studi tentang keberlanjutan program menyajikan tantangan metodologis. Dalam artikel ini, kami mengusulkan kerangka kerja konseptual untuk mendukung analisis keberlanjutan program penyakit menular. Melalui pekerjaan ini, kami juga bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara gagasan tentang integrasi dan keberlanjutan. Sebagai bagian dari pengembangan kerangka kerja konseptual, kami melakukan kajian literatur sistematis tentang  literatur yang sejenis tentang konsep, definisi, pendekatan analisis dan studi empirik pada keberlanjutan dalam sistem kesehatan. Gagasan-gagasan konseptual yang teridentifikasi  tentang  keberlanjutan dalam sistem kesehatan kehilangan satu konseptualisasi yang eksplisit tentang apa yang dimaksud dari sistem kesehatan tersebut.

Oleh:  Kent Buse, Gill Walt

Ilustrasi | freedigitalphotos.netAbstrak

Perhatian yang luas akhir-akhir ini pada  kebijakan sektor kesehatan dan reformasi institusi di negara-negara berpendapatan rendah bertepatan dengan perhatian yang meningkat untuk koordinasi bantuan. Karena anggaran kesehatan dari banyak negara-negara berpendapatan rendah sangat tergantung dengan bantuan, donor memiliki posisi sangat kuat dalam menentukan persyaratan bantuan untuk pembaruan sektor kesehatan. Akan tetapi, dengan tumbuhnya jumlah dan keragaman  donor NGO multilateral, bilateral maupun Internasional yang beroperasi dibanyak negara berpendapatan rendah ini,  terdapat permasalahan jika upaya-upaya eksternal tidak dikoordinasikan, tujuan pembaruan layanan kesehatan, yakni memperbaiki efektifitas, efisiensi dan keadilan, tidak akan ketemu.  Bukti menunjukkan bahwa tanpa rancangan koordinasi yang efektif, lembaga donor justru memperlemah daripada memperbaiki sistem kesehatan yang rentan, merusak upaya-upaya untuk memperbaharui sistem tersebut.

Oleh: Theresa Montini and Ian D Graham

Abstrak

Latar Belakang:  Dalam artikel mereka tentang “Implementasi berbasis bukti untuk praktek layanan  kesehatan baru yang bertentangan dan tidak terbukti “, Prasad and Lonnidis (IS 9:1, 2014),  merujuk praktek-praktek yang berakar dan bias extra ilmiah lainnya yang  menghambat  implementasi berbasis bukti.

Diskusi: Dengan menggunakan contoh kasus dari pelaksanaan Mastektomi -  operasi pengangkatan sebagian atau total payudara, kita memisahkan  "praktek yang berakar dan  bias lain" dan menganalisa sejarah profesional, ekonomi, dan kekuatan sosial yang menghadirkan perlawanan untuk implementasi, kami menemukan bahwa faktor ilmiah tambahan ini beroperasi untuk mempertahankan komitmen bagi  mastektomi  radikal -  bahkan setelah bukti menyatakan prosedur pelaksanaan karena faktor-faktor yang mempertahankan Mastektomi radikal -di tempat-tempat  yang berada  diluar kontrol individual klinisi.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID