the Star Phoenix, 15 November 2014
Margaret Poitras hopes a holistic strategy can help the province's indigenous people cope with HIV/AIDS.
"As we move forward in addressing HIV and AIDS, we've noticed there's a multitude of other health and social conditions that are impacting the indigenous people," Poitras said Friday at the University of Regina Community Research Unit (CRU) showcase.
"It's many of those deep-rooted issues that need to be addressed."
Poitras, CEO of All Nations Hope AIDS Network, is one of many stakeholders involved in the Saskatchewan Indigenous Council on HIV and AIDS, which has spent the past year working on a strategy to help solve the problem.
In 2012, 74 per cent of new HIV cases (131 of 177) were among aboriginal people, according to a Ministry of Health report.
Business Day, 16 November 2014
Globally, the HIV/AIDS pandemic is on the decline following concerted efforts by international agencies including National Agency for the Control of HIV/AIDS (NACA) to fight the deadly disease. New cases of HIV infection have significantly dropped as a result of medical breakthrough, increased awareness and the need to take precautionary measures to check its resurgence.
Despite efforts aimed at reducing the HIV/AID pandemic, the issue of stigmatisation and discrimination against People Living with HIV/AIDS (PLWHA) has continued to constitute a clog in the war against the disease. In Africa, including Nigeria, there is visible discrimination and stigmatisation of PLWHA which leaves such victims psychologically depressed with a feeling of alienation and worthlessness.
Kaltim Pos, 16 November 2014
BALIKPAPAN-Berkembangnya industri hiburan di Kota Minyak disebut juga memiliki dampak negatif. Salah satunya, adalah penularan penyakit HIV/AIDS. Hal ini diungkapkan, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antarlembaga, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Syamsul Lussa kepada Kaltim Post. Syamsul menyebut, berkembangnya sektor wisata ditengarai bisa meningkatkan penularan HIV/AIDS.
Merdeka.Com, 16 November 2014
Merdeka.com - Selama ini, kehidupan artis yang penuh dengan kesan glamor dan bebas selalu menjadi sorotan. Terutama bila dihubungkan dengan risiko terkena HIV/AIDS.
Banyak yang mengira, bebasnya pergaulan di kalangan artis membuat mereka lebih berisiko terkena virus mematikan ini daripada orang biasa. Padahal, menurut Vidi Aldiano, kehidupan artis tidaklah seperti yang dibayangkan orang awam.
Meski dari luar terlihat banyak yang melakukan seks bebas, memakai narkoba dan banyak hal lainnya. Namun tidak semua pelaku seni melakukan hal seperti itu.
"Menurut aku sih, banyak yang nggak suka kalau cuma artis saja yang disorot. Maksudnya, cuma gara-gara mereka artis kemudian mereka jadi disorot. Mereka juga manusia biasa," ujar Vidi kepada KapanLagi.comĀ® belum lama ini.
Merdeka.Com, 16 November 2014
Merdeka.com - Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana, Bali makin mengkhawatirkan. Data hingga 31 Oktober 2014, kasus HIV tercatat 153 orang dan AIDS 392 orang. Penderita yang sudah meninggal 241 orang dengan total kasus 545 orang.
Kadis Kesehatan Kabupaten Jembrana Putu Suasta memaparkan, berdasarkan data di KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Jembrana, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat. "Ini sudah masuk dalam data zona merah," Tegas Putu Suasta, ketika dihubungi via telepon, Minggu (16/11).
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia