Galery Berita, 07 November 2014
Jakarta-Galeriberita: Penderita AIDS (ODHA) berharap Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dikeluarkan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) bisa mengakomodasi kebutuhan obat ARV. Obat Antiretroviral (ARV) itu sangat dibutuhkan oleh penderita AIDS untuk memperlambat pertumbuhan virus HIV.
Direktur Eksekutif Indonesia AIDS Coalition (IAC) Aditya Wardhana mengatakan, skema KIS ke depan diharapkan bisa mengakomodasi komponen obat ARV yang selama ini digunakan.
Radar Jogja, 4 November 2014
Adakan VCT di Bekas Terminal untuk Warga Berisiko
WONOSARI – Pemkab dan pemerhati masalah sosial di Gunungkidul terus berusaha meminimalisasi penyebaran penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) – Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).
Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul kemarin (4/11) melakukan Voluntary Counseling Test (VCT) di area bekas bangunan terminal lama Baleharjo Wonosari.
Sekretaris KPAD Gunungkidul Iswandi mengatakan tes tersebut bertujuan untuk mempersempit penyebaran HIV/AIDS. Dalam kesempatan ini, bersama dengan relawan juga membagikan brosur berisi tentang pencegahan dan penularan penyakit berbahaya tersebut.
"Biar lebih santai dan tidak terkesan serius, juga digelar hiburan musik organ tunggal," kata Iswandi.
Tribun Network, 4 November 2014
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede
TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Dalam 5 tahun terakhir sedikitnya tercatat 2.200 anak berusia dibawah 5 tahun dinyatakan positif tertular HIV/AIDS di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 anak berada di Kota Samarinda.
Untuk Katim kata Mauran Gamutama dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kaltim, Kota Samarinda menduduki peringkat pertama jumlah pengidap Orang Dengan HIV/AIDS di golongan usia 25-40 tahun yakni sebanyak 1.034 kasus.
"Anak sudah ada, cuma yang terbesar itu (golongan usia 24-40 tahun)," kata Mauran di rumah jabatan Walikota Samarinda, Selasa (4/11/2014).
Solo Pos, 4 November 2014
Solopos.com, KLATEN – Sejumlah 27 penghuni ruang tahanan Polres Klaten diperiksa kesehatannya dan diberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS di Mapolres Klaten, Selasa (4/11/2014).
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Polres Klaten, Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Spek-Ham.
Menurut salah satu petugas dari LSM Spek-Ham, Danang Wijayanto, kegiatan tersebut rutin dilakukan dengan sasaran masyarakat umum, pekerja seks komersial (PSK), waria, dan laki-laki berisiko tinggi terjangkit HIV/AIDS salah satunya tahanan di Polres Klaten.
Detik News, 4 November 2014
Surabaya - Sesosok bayi laki-laki ditelantarkan orang tuanya. Bayi malang tersebut juga positif HIV/AIDS dan mendapatkan parawatan di RSU dr Soetomo Surabaya.
"Memang bayi ini positif HIV/AIDS," ujar Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya Dr Dodo Anando, Selasa (4/11/2014).
Dari informasi yang dihimpun, bayi malang tersebut 'dibuang' oleh orang tuanya. Kemudian sempat dirawat oleh UPT Pelayanan Asuhan Anak Balita Terlantar Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia