Kompas, 6 September 2014

Ilustrasi Shutterstock UNGARAN, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, mengimbau para calon pengantin melakukan voluntary counselling and testing (VCT) untuk mendeteksi dan mencegah penularan HIV/AIDS.

"Ini tidak akan menghambat pernikahan, tapi (bagi penderita) jika berhubungan harus dengan kondom dan jika mereka ingin memiliki anak harus dalam kondisi sehat," kata Kepala Dinkes Kabupaten Semarang, Gunadi, di Ungaran, Jumat (5/9/2014).

Gunadi mengatakan, pasangan yang positif mengidap HIV/AIDS tetap dapat memiliki keturunan dengan tetap berkonsultasi ke dokter pendamping. Mereka dapat menjalani program mendapatkan anak ketika tahu tingkat cluster of differentiation 4 (CD-4), atau tingkat kekebalan tubuhnya memadai.

Kompas, 5 September 2014

AMBARAWA, KOMPAS.com - Warga Kota Bandungan, Kabupaten Semarang, mengaku geram dengan lambannya sikap Pemkab Semarang dalam menangani sejumlah permasalahan di kota pariwisata berhawa sejuk itu.

Pemerintah dinilai hanya memikirkan persoalan yang berkaitan dengan PSK dan permasalahan prostitusi, sedangkan kepentingan publik warga Bandungan seolah diabaikan.

Pontianak Post, 5 September 2014

Ket Photo: Gambar dari INTERNETMEMPAWAH-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pontianak, terus berupaya melakukan pemberantasan penyebaran virus HIV dan AIDS terus berkembang. Satu diantaranya, dengan membentuk Warga Peduli Aids (WPA).

"Melalui WPA, kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya virus HIV/AIDS. Apalagi penyebaran virus HIV/AIDS sudah menyebar dibeberapa Kecamatan dan Desa di Kabupaten Pontianak," kata Sekertaris Eksekutif KPA Kabupaten Pontianak, Westi Anas.

Dimana Westi, menjelaskan pembentukan WPA ini, dilihat dari data yang terdeteksi. Jika di satu desa terdapat warga yang terinveksi, maka akan dibentuk disana. Dimana anggotanya dalam setiap kelompok 30 orang.

Kahaba, 4 September 2014

BSMI Kota Bima saat sosialisasi HIV/AIDS pada pelajar SMAN 1 Kota Bima. Foto: BinKota Bima, Kahaba.- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima Kamis (4/9) menggelar kegiatan sosialisasi HIV/AIDS di SMAN 1 Kota Bima. Pelajar sekolah setempat diajak mengenal tentang penyakit berbaya tersebut.

"Memberikan pemahaman sejak dini itu perlu. Penyakit ini rentan menyerang usia remaja atau usia produktif," ujar Ketua BSMI Kota Bima, dr. Muhammad Akbar.

Kata dia, jika tidak dikenalkan sejak awal kepada remaja, maka akan mengancam keselamatan generasi. "Bentuk yang kami ingatkan seperti hindari pergaulan bebas, narkoba dan seks bebas. Karena itu prilaku yang menyebarkan virus tersebut," katanya.

Kedaulatan Rakyat, 4 September 2014

PURWOKERTO (KRjogja.com)- Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Banyumas dari tahun ke tahun terus naik. Informasi dari Dinas Kesehatan Kabuipaten (DKK) Banyumas menyebutkan, tahun 2012 ditemukan 166 kasus, 64 terdeteksi positif AIDS, dan 24 diantaranya sampai meninggal dunia.

Tahun berikutnya, 2013, jumlah penderita HIV sebanyak 215 orang, yang positif AIDS sebanyak 101 orang, dan yang akhirnya meninggal dunia sebanyak 24 orang. Sampai Juli 2014 kemarin tercatat ada 135 orang terkena HIV, dan 68 orang positif kena AIDS, dan yang sudah meninggal dunia 11 orang.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID