Eka Nurhayati[1], Deni K. Sunjaya[2], Irvan Afriandi[2]
Latar Belakang: Prevalensi infeksi HIV/AIDS di Provinsi Jawa Barat merupakan yang tertinggi keempat di Indonesia. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan beberapa kebijakan pencegahan dan penanggulangan infeksi HIV/AIDS untuk menekan laju epideminya diantaranya Perda No.12 Tahun 2012, Pergub No.78 Tahun 2010 dan Renstra Penanggulangan HIV/AIDS 2009-2013.
Tujuan: Penelitian dilaksanakan untuk mengidentifikasi masalah kebijakan pencegahan dan penanggulangan infeksi HIV/AIDS di Provinsi Jawa Barat dengan melakukan analysis of policyterhadap kebijakan yang ada serta memberikan rekomendasi kebijakan.
Editor: Eviana Hapsari Dewi
Tercatat bahwa pertama kali peraturan daerah tentang HIV & AIDS terbit pada tahun 2003. Daerah yang pertama kali menerbitkannya adalah Kabupaten Merauke (Perda No 5 Tahun 2003). Masih dalam tahun yang sama, muncul Perda Kabupaten Nabire No 18 Tahun 2003 dan Perda Kabupaten Jayapura No 20 Tahun 2003. Selisih satu tahun, terbit Perda Propinsi Jawa timur No 5 Tahun 2004. Perda ini merupakan peraturan daerah pertama di tingkat propinsi.
Josip Car[1], Tapio Paljärvi[1], Mate Car[1], Ayodele Kazeem[1], Azeem Majeed[1], Rifat Atun[2]
Penelitian yang diulas dalam jurnal ini mempergunakan studi kasus dari keberadaan program penanggulangan penyakit AIDS, tuberkulosis dan malaria dari Global Fund sejak tahun 2002 hingga 2009. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi secara kritis potensi dampak negatif dari Global Health Initiative (GHI). Penelitian ini mempergunakan desain tinjauan sistematis pada literature-literatur penelitian di negara-negara berkembang sebagai latar belakangnya. Tinjauan ini dilakukan untuk semua intervensi dengan dana dari Global Fund yang potensial mempengaruhi sistem kesehatan. Hasil utama akan mengukur dampak-dampak negatif pada sistem kesehatan dari investasi Global Fund sebagaimana yang dilaporkan oleh para peneliti.
AntaraNews, 24 Januari 2014

Kerjasama ini akan menghasilkan lebih dari 10 juta dolar yang nantinya akan dipakai untuk melawan AIDS dan untuk peluncuran lagu baru serta unduh gratis lagu baru U2 yang akan diputar pertama kali pada ajang Super Bowl
NEW YORK, 23 Januari 2014 (ANTARA/PRNewswire) -- (RED), grup band rock U2, dan Bank of America hari ini (kemarin) mengumumkan kerjasama yang akan menghasilkan lebih dari 10 juta dolar untuk melawan penyakit AIDS. Informasi detail tersedia di www.bankofamerica.com/RED.
Kerjasama ini akan dimulai pada ajang pembukaan Super Bowl tanggal 2 Februari yang juga akan memutarkan untuk pertama kalinya lagu baru U2 berjudul "Invisible". Lagu ini akan dapat diunduh secara ekslusif dan terbatas di iTunes selama acara Super Bowl berlangsung dan hanya untuk 24 jam ke depan. Untuk tiap unduhan, Bank of America akan mendonasikan 1 dolar, dengan total 2 juta dolar, kepada Global Fund to Fight AIDS, Tubercolosis and Malaria, dan Malaria, dimana nantinya dengan dana sumbangan tersebut akan menyediakan pengobatan, pengujian, dan pencegahan HIV/AIDS bagi puluhan juta orang di negara-negara miskin.
Kompas, 24 Januari 2014
KOMPAS.com - Kasus HIV/AIDS di Indonesia masih menjadi persoalan besar. Angkanya pun terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.
Data Kementerian Kesehatan pada Oktober 2013 menunjukkan, dari Juli sampai dengan September 2013 jumlah infeksi HIV baru yang dilaporkan sebanyak 10.203 kasus, sedangkan jumlah kasus baru AIDS yang dilaporkan sebanyak 1.983 kasus.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia