Lensa Indonesia, 16 Januari 2014
LENSAINDONESIA.COM: Penderita HIV/AIDS di Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) Madiun, terus peningkatan setiap tahunnya. Hingga akhir tahun 2013, jumlahnya mencapai 717 orang.
Jumlah tersebut berasal dari Klinik Voulentary Conseling Test (VCT) Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) dr. Soedono Madiun, sepanjang tahun 2013 saja, ada 187 penderita HIV/Aids baru.
Oke Zone, 16 Januari 2014
NEW YORK - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki Moon mengecam undang-undang anti-gay Nigeria. UU tersebut dapat menyulut kekerasan dan menghalangi upaya pencegahan HIV/AIDS di Nigeria.
"Sekjen mencemaskan UU (anti-gay) akan memunculkan kekerasan dan prasangka, bahwa kepolisian Nigeria telah menangkap sejumlah orang yang diduga gay," ujar pernyataan resmi kantor Sekjen PBB, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (16/1/2014).
Kompas, 15 Januari 2014
MALANG, KOMPAS.com - Penutupan lokalisasi terbesar di Jawa Timur, Dolly di Surabaya, berdampak ke kota-kota di sekitarnya. Banyak pekerja seks komersial yang ditolak di lokalisasi tersebut kini menyerbu Kota Malang.
Hal itu dikatakan Marsikan, fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, sebuah LSM yang bergerak bidang advokasi penyebaran HIV/AIDS di kalangan PSK di Malang.
"Ada puluhan PSK yang ditolak di Dolly dan memutuskan meninggalkan lokalisasi Dolly, yang kini pindah ke Malang," kata Marsikan, Rabu (15/1/2014).
Hotel Santika Yogyakartal pada tanggal 6-7 Junuari 2014
Oleh: Yuli Rahmawati
Rapat kerja penyusunan Strategi Rencana Aksi Daerah untuk Penanggulangan HIV dan AIDS yang diadakan di Hotel Saktika Yogyakarta pada 6 dan 7 Januari 2014 dibuka oleh Wakil Gubernur DIY Sri Paduka Pakualam IX dan dihadiri oleh segenap unsur SKPD di wilayah provinsi DIY beserta LSM serta lembaga yang bergerak untuk kepedulian terhadap isu HIV dan AIDS di Yogyakarta. Sambutan juga diberikan oleh Direktur Nasional HIV AIDS Cooperation Program in Indonesia (HCPI) Catherine Barker selaku donor dari KPA DIY terkait dengan program penguatan kelembagaan KPA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
M. Cohen1, Y. Chen2, M. McCauley3, T. Gamble4, R. Bollinger5, Y. Bryson6, D. Burns7, D. Celentano8, S. Chariyalertsak9, F. Conradie10, L. Cottle2, G. de Bruyn10, V. Elharrar7, S. Eshelman5, M. Essex11, E.C.J. Filho12, S. Godbole13, B. Grinsztejn14, J.G. Hakim15, I.F. Hoffman1, M. Hosseinipour1, N. Kumarasamy16, J. Kumwenda17, J. Makhema18, A. Martinez7, K.H. Mayer19, S. Mehendale13, L.A. Mills20, K.A.-H. Nielsen6, J.H.d.S. Pilotto21, E. Piwowar-Manning5, I. Sanne10, B.R. Santos22, T. Taha5, L. Wang2, S. Safren23, T. Fleming2, HPTN052 Protocol Team
Background: HIV-1 transmission is driven by the concentration of virus in blood and genital secretions, levels that can be reduced by antiviral therapy (ART). We conducted a randomized controlled trial (HPTN 052) to determine the effect of ART on sexual transmission of HIV-1. We report the results of this study in response to the April 28, 2011, recommendation of the NIAID Multinational Data Safety and Monitoring Board.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia