Jumat 28 Maret 2014
Oleh : Hersumpana

Workshop Hari KelimaSimulasi pengumpulan data primer dengan mempergunakan instrumen penelitian dipraktikan oleh dua kelompok yang merepresentasikan Kelompok Indonesia Timur dan Kelompok Indonesia Barat. Permainan peran memberikan sentuhan pengalaman para peneliti tentang gambaran operasionalisasi instrumen, kesulitan dan hambatannya. Kedua kelompok memberikan catatan umum dan khusus untuk perbaikan instrumen penelitian yang telah disusun. Secara prinsip kedua kelompok menyepakati bahwa instrumen penelitian tersebut bisa digunakan (workable) untuk penggalian data lapangan.

Kelompok Timur memberikan catatan umum hasil simulasi meliputi 1) metode penggalian data dengan workshop perlu disepakati terkait dengan dana operasional sesuai dengan kondisi per provinsi 2) daftar pernyataan yang akan digunakan untuk workshop bersama stakeholder di daerah perlu disederhanakan 3) kemungkinan jawaban dalam satu pertanyaan berkaitan dan mengandung informasi pada pertanyaan lain maka peneliti harus menguasai secara menyeluruh instrument, supaya penggalian data efektif 4) undangan workshop perlu ditandatangani oleh pejabat setingkat sekda (KPA) dan pemilihan informan indepth interview dilakukan setelah workshop.

Latarbelakang

Kebijakan kelembagaan penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia dimulai dengan adanya Perpres No 36/1994 tentang KPA, dikuti dengan keluarnya Strategi Nasional Penanggulangan HIV dan AIDS tahun 1994. Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak social dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. Sampai saat ini sudah banyak dikeluarkan kebijakan baik di tingkat Nasional maupun di tingkat Provinsi, Kabupaten / Kota. Program penanggulangan HIV dan AIDS pun telah berkembang dan sangat dinamis sesuai dengan laju epidemi, perkembangan kebijakan dan situasi social ekonomi dan politik Indonesia.

Pengantar

Penelitian pertama dari Proyek Penelitian Kebijakan AIDS dan Sistem Kesehatan yang didukung oleh DFAT – Pemerintah Australia adalah Integrasi Upaya Penanggulangan HIV dan AIDS dalam Kerangka Sistem Kesehatan Nasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan tentang implementasi kebijakan dan program penanggulangan HIV dan AIDS pada tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota dan menilai seberapa jauh tingkat integrasi upaya penanggulangan AIDS pada masing-masing tingkat administratif ini ke dalam sistem kesehatan yang berlaku di wilayah-wilayah tersebut. Pemahaman atas tingkat integrasi upaya penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam sistem kesehatan ini diharapkan bisa digunakan untuk mengembangkan berbagai strategi untuk meningkatkan kinerja upaya penanggulangan HIV dan AIDS khususnya dari aspek cakupan, aksesibilitas, pemerataan, kualitas dan keberlanjutan dengan bertumpu pada sistem kesehatan yang berlaku.

Oleh: Hersumpana, Ig.

Prof. Wiku dalam Acara Workshop Kebijakan AIDS IndonesiaSebuah refleksi pengalaman penelitian Integrasi AIDS kedalam Sistem Kesehatan dari para peneliti AIDS yang dikelola oleh PKMK FK UGM memberikan pembelajaran menarik secara metodologis maupun tujuan dari penelitian itu sendiri. Banyak tantangan dan hambatan dalam menggali data dan informasi yang Kerja yang dihadapi peneliti. Kerja penelitian mensyaratkan sebuah upaya sistematis dan terukur secara metodologis untuk mendapatkan data-data dan informasi yang cukup  untuk dapat menjawab permasalahan penelitian yang dikaji. Keberhasilan atau kegagalan dalam penelitian sebagaimana yang direfleksikan oleh pengalaman peneliti senior dari Universitas Indonesia, Prof.Drh. Wiku Adisasmito, PhD,  dalam Workshop Metodologi Penelitian yang diselenggarakan PKMK FK UGM, 23-25 April 2015 di Yogyakarta, peneliti dituntut dapat mengatasi hambatan (barriers) dalam proses pengumpulan data.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID