Isabelle Funck-Brentanoa, Ce´cile Dalbanb, Florence Vebera, Pierre Quartiera, Serge Hefeza, Dominique Costagliolab and Ste´phane Blanche

Tujuan: Untuk menilai efek dari terapi melalui kelompok dukungan sebaya pada remaja yang terinfeksi HIV.

Desain: Sebuah studi prospektif dari kohort remaja yang terinfeksi HIV yang berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam orientasi psikodinamik, kelompok dukungan emosional.

Metode: Dari 30 kelompok remaja yang terinfeksi HIV saat perinatal yang datang ke klinik rawat jalan, 10 setuju untuk berpartisipasi dalam kelompok dukungan sebaya (kelompok 1), 10 menolak (kelompok 2) dan 10 orang lain yang tinggal terlalu jauh dari klinik tidak diundang untuk berpartisipasi (kelompok 3). Ketiga kelompok dibandingkan pada awal dan setelah 2 tahun kemudian menggunakan ukuran hasil: skala pengalaman sakit yang dirasakan, persediaan pengobatan yang dirasakan, serta harga diri.

Parinita Bhattacharjee, Ravi Prakash, Priya Pillai, Shajy Isac, Mohan Haranahalli, Andrea Blanchard, Maryam Shahmanesh, James Blanchard & Stephen Moses

NCBIDi Karnataka, India Selatan, kami menganalisis peran keanggotaan dalam kelompok sebaya dalam mengurangi risiko dan kerentanan terkait HIV di kalangan pekerja seks perempuan. Analisis data dilakukan terhadap tiga survei yang dilakukan yakni survei perilaku dan penilaian perilaku dan biologis terpadu ( IBBAs). Dengan menggunakan kecenderungan score matching, kami meneliti dampak dari keanggotaan kelompok sebaya termasuk penggunaan kondom, pengalaman kekerasan, akses terhadap hak, dan prevalensi infeksi menular seksual, termasuk HIV. Kelompok diskusi terarah dilakukan pada WPS untuk  memahami persepsi mereka mengenai keanggotaan kelompok sebaya. Anggota kelompok sebaya yang berpartisipasi dalam IBBAs memiliki prevalensi lebih rendah dari gonore dan/atau klamidia (5.2 vs 9.6%, p B0.001), dan terhadap syphilis (8.2 vs 10.3%, pB0.05),dibandingkan dengan yang bukan anggota.

Lindsey K Reif§,1,2, Rachel Bertrand3, Charles Benedict3, Matthew R Lamb2, Vanessa Rouzier3, Rose Verdier3, Warren D Johnson1, Jean W Pape1,3, Daniel W Fitzgerald1, Louise Kuhn4 and Margaret L McNairy1,5

ABSTRAK

JIAS LogoPendahuluan: Kelompok usia remaja menyumbang lebih dari 40% infeksi baru HIV di Haiti. Hasil analisis ini membandingkan antara keluaran kelompok remaja dengan HIV positif sebelum dan setelah pelaksanaan  klinik HIV ramah remaja di Port-au-Prince, Haiti.

Metode: Kami melakukan studi kohort denganmenggunakan data program pada kelompok remaja yang positif HIV yang berusia antara 13-19 tahun. Data dari 41,218 remaja yang telah di tes selama kurun Januari 2003 sampai dengan Desember 2012 dimasukkan dalam studi. Hasil pada cascade perawatan HIV dinilai dan dibandingkan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan klinik ramah remaja (2009), termasuk tes HIV, masuk atau pendaftaran dalam perawatanpenilaian untuk kelayakan menerima antiretroviral therapy (ART), inisiasi ART dan 12 bulan retensi dalam ART. Hasil pre-ART dinilai 12 bulan setelah tes HIV. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pre-ART dan penurunan pada ART diidentifikasi melalui multivariable competing risk dan Cox proportional hazards regression modelling.

Oleh : Ita Perwira

"Kita tidak selalu bisa membangun masa depan untuk para pemuda, tetapi kita bisa membangun pemuda untuk masa depan" - Franklin D. Roosevelt

Kita semua sadar bahwa masa depan kita berada di tangan para pemuda. Oleh karena itu sangat penting untuk melindungi mereka dari berbagai tantangan yang mengancam termasuk salah satunya permasalahan kesehatan. Terutama saat ini kelompok remaja mengalami peningkatan risiko terhadap HIV dan AIDS karena kondisi psikologis, lingkungan sosial dan struktural serta proses transisi yang mereka alami sebagai bagian dari perkembangan fase kehidupan mereka. Risiko ini semakin tinggi pada kelompok kunci remaja yaitu remaja yang juga LSL, transgender, penasun, dan pekerja seks. Hal ini ditunjukkan dengan semakin meningkatnya angka penularan HIV (saat ini 35% penularan HIV pada kelompok usia 15-24 tahun) dan juga kematian secara global pada kelompok remaja di tahun 2005-2012, padahal pada kelompok usia lain menunjukkan penurunan[1]. Gambaran penyebab kematian pada remaja secara global ditunjukkan secara jelas pada grafik dibawah. Di Indonesia sendiri, persentase infeksi HIV pada kelompok umur 15-24 tahun 2015 adalah sekitar 19.3%, sementara untuk persentase kumulatif kasus AIDS sampai dengan tahun 2015 kelompok usia muda usia 20-29 tahun adalah kelompok yang tertinggi yaitu 31.8%. Hal ini bila tidak segera menjadi perhatian kita maka angka ini akan terus meningkat. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menghentikan penyebaran HIV sesuai dengan target 90-90-90 yang telah dicanangkan dengan salah satu fokus pada kelompok remaja mengembangkan upaya penanggulangan yang lebih baik.

Armelle Pasquet, Eugène Messou, Delphine Gabillard, Albert Minga, Ayeby Depoulosky, Sylvie Deuffic-Burban, Elena Losina, Kenneth A. Freedberg, Christine Danel, Xavier Anglaret, Yazdan Yazdanpanah

Abstrak

Plos OneLatar belakang

Untuk mengevaluasi type dan frekuensi stock out obat anti retroviral dan pengaruhnya terhadap kematian dan keterputusan layanan di kalangan pasien ODHA di  Abidjan, Côte d'Ivoire.

Metode dan temuan

Kami melakukan sebuat  a cohort studi terhadap pasien yang mengikuti terapi antiretroviral kombinasi (cART) di tiga klinik HIV untuk orang dewasa antara 1 Februari 2006 hingga 1 Juni 2007. Follow-up berakhir pada 1 Februari, 2008. Hasil yang pertama adalah modifikasi rejimen  cART, yang ditentukan paling tidak satu substitusi obat, atau keterputusan selama paling tidak sebulan karena stock out obat di klinik farmasi. Hasil yang kedua  adalah pasien yang on cART paling sedikit selama enam bulan terjadi interupsi perawatan, atau kematian. A Cox regression model with time-dependent variables digunakan untuk menilai pengaruh stock out obat antiretroviral terhadap keterputusan perawatan atau kematian.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID