POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal menyampaikan keinginan dan harapannya kepada seluruh pihak utamanya melalui insan media untuk bersama-sama menyusun kekuatan dalam menghambat dan mengurangi penyebaran virus HIV dan AIDS, Rabu (3/1/2017).
Hal ini dilakukan mengingat HIV AIDS merupakan salah satu bahaya laten, yang membutuhkan kerjasama dari berbagai elemen agar dapat memberikan edukasi dan menghambat laju penyebarannya.
“Virus HIV AIDS menjadi bahaya laten, dikarenakan mampu menhancurkan peradaban, jika tidak dilakukan gerakan bersama guna menghambat proses penyebarannya, serta melakukan pendeteksian dini,” ujar ketua PMI kota Makassar.
Jakarta, Nutrisi gizi dibutuhkan oleh setiap anak untuk tumbuh kembang. Nah, bagi anak dengan HIV perlu diberi tambahan gizi. Untuk apa?
"Nutrisi tambahan penting buat anak dengan HIV-AIDS. Karena banyak anak dengan HIV tanpa orang yang mengasuh yang sangat kekurangan nutrisi," kata dr Abraham Simatupang dari Universitas Kristen Indonesia (UKI).
Lebih lanjut, dokter yang akrab disapa dr Bram ini mengatakan anak dengan HIV biasanya akan mudah terserang infeksi karena kurangnya nutrisi dan daya tahan tubuh. Misalnya anak mengalami radang paru-paru.
Ada sekitar 20 warga Kabupaten Enrekang yang positif terjangkit HIV AIDS berdasarkan hasil deteksi pemerintah setempat di tahun 2016. Juga sekitar 180 warga terkena Tubercolosis (TBC).
Untuk itu, Aisyah Sub Sub Recipient (SSR) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan menggelar pelatihan kader TBC-HIV di aula Hotel Sabindo, Selasa (28/2/2017). Para calon kader yang hadir dikumpulkan dari 12 kecamatan di Enrekang.
"Program Aisyah mulai diaktifkan sejak 2016 di Enrekang, sigap mendeteksi kedua penyakit tersebut demi mencegah dan mengurangi angka penderitanya di Enrekang," ujar anggota SSR Aisyah Enrekang, Muhammad Mursalim.
Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah mengimbau orang tua dan pihak terkait mengenalkan masalah kesehatan reproduksi kepada anak begitu memasuki jenjang SMP. Cara itu diharapkan membuat anak mampu merencanakan hidup lebih awal dan dapat terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Erna Sulistyowati dalam acara Seminar Kesehatan Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Pendekata Siklus Hidup Kesehatan Reproduksi di Hotel Grasia Semarang, Sabtu (25/2/2017). “Sejak SMP, harus dikenalkan reproduksi seperti usia berapa baiknya menikah, berapa jumlah anak yang akan dimiliki, dan berapa jarak kelahiran anak. Hal ini untuk menghindari anak menikah di usia dini atau sebelum umur 20 tahun,” katanya.
PANGANDARAN – Wakil Bupati (Wabup) Pangandaran, Adang Hadari, turut kampanye pencegahan HIV/AIDS bersama AIDS Healthcare Foundation (AHF) Indonesia, di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, (14/2/2017).
Wabup mengatakan, salah satu alat pengurangan risiko tertular HIV adalah alat kontrasepsi jenis kondom. Kondom diperlukan terutama bagi kelompok berisiko tinggi, yakni pembeli seks dan pekerja seks.
Ia menjelaskan, pengetahuan alat kontrasepsi kondom perlu diinformasikan kepada masyarakat. Salah satu fungsi penting alat kontrasepsi itu adalah mencegah penularan HIV/Aids.
Ia tidak menampik jika alat kontrasepsi kondom masih kontroversi di masyarakat.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia