Tribun News, 25 Agustus 2014
TRIBUNNEWS.COM, KENDAL - Hingga Agustus 2014, sebanyak 15 penderita AIDS di Kabupaten Kendal Jawa Tengah meninggal dunia. Mereka kebanyakan perempuan.
Kepala Bidang Pelayanan, Pemeriksaan dan Pengobatan Dinas Kesehatan Kendal (DKK), Siswanto, Senin (25/8/2014) mengatakan, tiap tahun penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal terus meningkat. Untuk tahun 2014 ini, sudah ada tambahan 55 penderita dan 15 di antaranya meninggal dunia.
"Kalau total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal, menurut data ada 396 penderita. 258 orang terkena HIV dan 138 mengidap AIDS," katanya.
Kompas, 25 Agustus 2014
KENDAL, KOMPAS.com - Hingga Agustus 2014, sudah ada 15 penderita AIDS di Kabupaten Kendal Jawa Tengah meninggal dunia. Mereka kebanyakan perempuan. Hal itu dikatakan oleh kepala Bidang Pelayanan, Pemeriksaan dan Pengobatan Dinas Kesehatan Kendal (DKK), Siswanto, Senin (25/8/2014).
Siswanto menambahkan, tiap tahun penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal terus meningkat. Untuk tahun 2014 ini, sudah ada tambahan 55 penderita dan 15 diantaranya meninggal dunia.
"Kalau total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal, menurut data ada 396 penderita. 258 orang terkena HIV dan 138 mengidap AIDS," katanya.
Sindo News, 25 Agustus 2014
KENDAL - Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal kini mencapai 388 orang. Angka penderita tersebut terdiri atas 253 penderita HIV dan 135 lainnya penderita AIDS.
Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kendal, dari 253 penderita HIV didominasi perempuan, yakni sebesar 72% atau sebanyak 183 orang, sisanya 28% atau sebanyak 70 adalah penderita HIV laki-laki.
Sedangkan jumlah 135 penderita AIDS juga didominasi perempuan yakni 71 orang dan laki-laki 64 orang. Dari total penderita HIV/AIDS, 15 di antaranya telah meninggal dunia.
Sekretaris KPA Kabupaten Kendal Mochammad Rozi mengatakan, penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kendal tergolong banyak. Penyebab penyebaran penyakit ini mayoritas karena lemahnya kesadaran penggunaan kondom bagi pekerja seks komersil (PSK) di lokalisasi.
JPNN, 25 Agustus 2014
BEKASI - Sebanyak 50 orang penyuka sesama jenis di Kota Bekasi dinyatakan positif terjangkit virus HIV. Mirisnya, satu orang yang terjangkit HIV itu masih duduk di bangku kelas IX SMP. Lainnya, berusia antara 18 tahun hingga 34 tahun.
Koordinator LSM Jaya Patriot, Rijal Aguty kepada GoBekasi (Grup JPNN), Senin (25/8) menyampaikan, para ODHA (orang dengan HIV/AIDS) kini sudah mendapat pendampingan. Salah satunya dengan diberikan terapi dan beberapa obat seperti retrovirus.
"Karena penyakit ini belum ada obatnya, maka kami berikan terapi," imbuhnya
News on Wellness, 24 August 2014
The new HIV Bill recently signed into law, "HIV Prevention and Control Bill", leaves no hope for an AIDS-Free future. HIV/AIDS activists in Uganda have been fighting to achieve an "AIDS-Free generation" but with the passing of this new Bill, all of their hard work may have been for nothing.
According to the activist, people will avoid being tested and getting treatment. They fear the new Bill will cause HIV/AIDS to spread, especially for gay men who have not come out, people who push prostitution, and woman in domestic violent situations. Although the controversial law received unanimous approval by the Parliament in May, its passing was just announced by Uganda's President Yoweri Museveni.
With this new Bill, medical providers would be allowed to disclose the status of HIV patients without needing consist. In addition, pregnant women would mandated to undergo testing, along with any sexual partners, and/or victims of sexual offenses associated with them. This Bill has many people concerned, especially since rates of HIV/AIDS cases has dropped to 6.4% from 18% since 1992.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia