Riau Terkini, 21 Agutus 2014
Mengejutkan, sepanjang tahun ini, telah terjadi 48 kasus pelanggaran perlindungan anak di Siak. Selain itu, diketahui pula bahwa terdapat 84 orang yang menderita HIV/Aids.
Riauterkini-SIAK- Cukup mengejutkan, terungkap bahwa di Kabupaten Siak, terjadi 48 kasus pelanggaran perlindungan anak dan 84 orang penderita HIV-AIDS. Hal itu terungkap saat rapat forum sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah daerah, Rabu (20/8/14), yang dipimpin Bupati Siak Syamsuar. Rapat itu juga dihadiri Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Zainul Arifin, dan seluruh satuan kerja perangkat daerah.
Dalam rapat tersebut, Bupati Syamsuar memaparkan 5 permasalahan yang ada, yakni Gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), surat edaran Mendagri nomor 450/3806/4 SJ tertanggal 7 Agustus 2014, perlindungan anak, perkembangan HIV-AIDS, dan kesiapan pelepasan dan keberangkatan jemaah haji.
JPNN, 21 Agustus 2014
LHOKSEUMAWE - Pemahaman masyarakat Aceh Utara dan Kota terhadap HIV/Aids semakin baik dan terus meningkat, sehingga kasus diskriminasi dan stigma terhadap penderita atau ODHA kian hari semakin menurun.
"Alhamdulillah, berkat usaha konsolidasi kami dengan berbagai pihak terkait termasuk pemerintah kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, diskriminasi terhadap ODHA semakin menurun," ungkap Khaidir, Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli (YPAP) kepada Rakyat Aceh, Rabu (20/8).
Detik News, 21 Agustus 2014
Raja Ampat - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan potensi pariwisata di Raja Ampat cukup memikat, baik wisata di daratan maupun di bawah laut. Perkembangan infrastruktur di salah salah satu destinasi wisata di timur Indonesia ini pun begitu pesat. Bahkan saat ini sudah dibangun lapangan terbang meski panjang landasannya masih 1.200 meter.
Meningkatnya sektor pariwisata di Raja Ampat tentu akan mendatangkan keuntungan, baik untuk daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Namun demikian, Agung mengingatkan bahwa ada yang perlu diwaspadai dari mobilitas wisatawan baik dalam maupun luar negeri yang datang ke Raja Ampat.
Galamedia, 21 Agustus 2014
RSHS,(GM).- Dalam tiga tahun terakhir (1 Juli 2010-30 Juni 2013), Rumah Sakit Hasan Sadikan (RSHS) Bandung menangani 964 pasien infeksi menular seksual. Data tersebut berdasarkan rekam medis Poliklinik Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Divisi Infeksi Menular Seksual (IMS).
Tingkat prevalensi (kecenderungan) penyakit menular ini dialami pasien berusia 10-19 tahun (9,34%) atau 90 orang. Sebanyak 35,5 persen remaja tersebut menderita lebih dari satu IMS.
Data dari Klinik Teratai, yaitu klinik yang khusus menangani human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS), sekitar 90% penderita adalah kelompok usia 17-25 tahun. Dengan demikian, mereka pertama kali tertular HIV pada usia remaja.
the Star, 20 August 2014
OUTDATED cxultural practices are to blame for the spread of HIV-Aids among the Luo community, an NGO has said.
Mumbo Cultural and Development Forum secretary Aguko Mayora said the community should discard some outdated cultural practices, which contribute to the spread of the disease.
"Outdated cultural practices should be discarded if we are to contain the spread. Widow inheritance should be discouraged and men should go for voluntary circumcision," he said.
Mayora decried the high HIV-Aids prevalence in Homa Bay county . He said the cultural beliefs in the community have affected campaigns against the spread of HIV-Aids.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia