TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dua dari tiga bersaudara penderita HIV/AIDS, LTP (12) dan NSR (4) warga RW 09 RT 05 Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat, terpaksa dirawat di rumah. Keduanya batal mendapatkan perawatan ke rumah sakit katena tidak mempunyai kartu sehat dari BPJS.
Sementara saudara mereka, NS (6) yang sakitnya telah parah sudah dirawat di rumah sakit. Kondisi NS saat itu sudah memprihatinkan. Terlebih, ketika dokter memvonisnya mengidap HIV/AIDS kategori parah. Kabar itu mulai beredar di lingkungan RT 05. Tontowi pun bersama ibu-ibu PKK memutuskan untuk membawa NS ke rumah sakit.
Merdeka.com - Panitia olimpiade musim dingin di Kota Sochi, Rusia mengaku mendistribusikan sekitar 100 ribu kondom. Barang ini untuk dibagikan pada para atlet berpartisipasi di ajang olahraga itu.
Surat kabar the Huffington Post melaporkan, Jumat (7/2), komite olimpiade ini mengatakan pembagian kondom dimaksudkan agar para atlet terhindar dari virus HIV-AIDS. Dari 2.800 atlet berpartisipasi berarti satu orang mendapatkan 35 kondom sepanjang pelaksanaan pekan olahraga itu.
Sosialisasi penggunaan kondom kepada masyarakat terutama kelompok berisiko harus terus dilakukan untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.
Berdasarkan data Komisi Penanggualangan AIDS Nasional (KPAN), sekitar 77% penularan HIV/AIDS terjadi melalui hubungan seks. Sekretaris KPAN Kemal Siregar mengatakan di Jakarta, Minggu, kelompok berisiko menjadi populasi kunci yang memegang peran penting dalam penularan HIV/AIDS. Yang termasuk kelompok berisiko itu yakni wanita tuna susila (WTS) atau pekerja seks komersial (PSK), laki-laki pembeli seks komersial, dan kaum homoseksual.
KIGALI, RWANDA – Seorang perempuan Rwanda belum lama ini membunuh suaminya, setelah sang suami mewarisi seorang janda yang suaminya diduga telah meninggal akibat AIDS yang tak dapat diobati, demikian laporan media lokal, Rabu (5/2/2014).
Dalam peristiwa aneh itu, yang terjadi di Gisagara, satu kabupaten di Rwanda Selatan, perempuan setengah baya tersebut –Annonciata Kampororo– melaksanakan rencana untuk membunuh suaminya, yang berusia 48 tahun, Anaclet Majyambere, setelah ia mendapat warisan istri dari mendiang saudara laki-lakinya.
Surat kabar bumiputera setempat “Umuryango” dengan mengutip keterangan warga desa dan polisi melaporkan perempuan itu sebelumnya menentang keras rencana suaminya untuk mewarisi janda itu, karena khawatir ia juga akan terinfeksi.
Merdeka.com - Legalisasi lokalisasi bagi para wanita tuna susila (WTS) saat ini masih menjadi kontroversi. Saat kontroversi mengenai lokalisasi ini kian santer, organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) mewacanakan legalisasi lokalisasi.
Keputusan itu bukan asal ngomong, melainkan hasil dari bahtsul masail, atau pembahasan masalah-masalah terkini dengan dicarikan dasar dari kitab-kitab fiqih ulama terdahulu.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia