Radio Australia, 21 Juli 2014
Ayu Oktariani, delegasi Indonesia pada Konferensi AIDS 2014 di Melbourne, menyampaikan pidato yang memukau ribuan peserta pada upacara pembukaan, Minggu (20/7/2014) malam. Dalam pidatonya, Ayu menyerukan penghentian diskriminasi terhadap mereka yang hidup dengan HIV.
Postur boleh mungil, dan suara boleh lembut, namun Ayu Oktariani, seorang aktivis bidang HIV, berhasil memancing gemuruh tepuk tangan beberapa kali dalam pidatonya, yang disampaikan dalam acara pembukaan konferensi AIDS 2014.
Saat ditelepon oleh ABC sebelum keberangkatannya ke Melbourne, Ayu, yang mewakili komunitas hidup dengan HIV dan terdampak HIV, mengaku gugup, karena harus mengenakan pakaian daerah saat menyampaikan pidato pembukaan tersebut "takut keserimpet" (tersandung), katanya.
Pikiran Rakyat, 21 Juli 2014
Perselingkuhan Tinggi, Penderita HIV/AIDS Meningkat
MAJALENGKA, (PRLM).- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Majalengka melakukan razia terhadap sejumlah rumah kosan di Kecamatan Dawuan dan Kasokandel serta lokasi prostitusi yang ada di Kecamatan Palasah dan Sumberjaya, Minggu (20/7/2014) malam.
Hasil razia diamankan 10 orang pasangan selingkuh di sejumlah hotel serta tiga orang wanita nakal yang dijaring di lokasi prostitusi.
Detik News, 21 Juli 2014
Jakarta - Penghargaan Red Ribbon yang diberikan setiap sekali dalam dua tahun, tidak bisa dilepaskan dari rangkaian acara Konferensi AIDS Internasional. Pada konferensi tahun ini yang digelar di Melbourne, salah satu LSM Indonesia berhasil menyabet penghargaan Red Ribbon.
Keinginan Edo Agustian untuk menyuarakan hak korban pengguna narkoba di Indonesia berawal di tahun 2007.
Saat itu, polisi menembak kakinya karena seorang polisi memaksanya untuk mendapatkan informasi soal penyelundupan narkoba. Meski ia mengaku tidak tahu soal perdagangan narkoba di Indonesia.
Edo kini menjadi koordinator Persaudaraan Korban Napza (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif) Indonesia, atau PKNI.
Oleh: dr. Anshari Saifuddin Hasibuan
Pasien HIV mengalami perubahan imunologi tubuh yang kompleks. Obat yang diberikan untuk pasien HIV biasanya bermacam-macam sehingga kemungkinan untuk menimbulkan efek samping semakin besar. Efek samping yang terjadi dapat berupa reaksi hipersensitivitas obat, seperti alergi kulit (mis: urikaria) tanpa reaksi sistemik sampai reaksi alergi berat seperti Sindrom Steven Johnson (SSJ). Pasien HIV bahkan lebih besar 100 kali untuk mengalami hipersensitivitas obat daripada orang normal. Pada era awal terapi ARV insidensi timbulnya ruam kulit mencapai 50% dari pasien HIV yang mengkonsumsi obat ARV. Semua obat antiretroviral (ARV) dan obat untuk mengobati infeksi oportunistik dilaporkan dapat menyebabkan efek samping. Oleh sebab itu menentukan jenis obat yang menyebabkan reaksi hipersensitivitas adalah sebuah tantangan.
OFFICIAL PRESS RELEASE – DAY 2 MONDAY 21 JULY 2014
July 21, Melbourne, Australia – AIDS 2014, the 20th International AIDS Conference, officially began last night (Sunday 20 July) in Melbourne, Australia, with moving tributes to the six delegates who lost their lives aboard flight MH17.
Representatives of the organisations that lost colleagues – the World Health Organisation, AIDS Fonds, Stop AIDS Now, The Female Health Company, and the Amsterdam Institute for Global Health and Development – joined eleven former, present and future presidents of the International AIDS Society (IAS) and members of the Dutch HIV community on the main stage in front of more than 5,000 delegates from around the world for a moment of remembrance.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia