Tribun News, 23 Juli 2014
Pada konferensi AIDS internasional di Melbourne, mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, menyampaikan keyakinannya bahwa generasi-bebas AIDS bisa diwujudkan.
Bill Clinton berpidato di hadapan para peserta konferensi terkait masa depan penanganan dan pencegahan HIV dan AIDS.
Ia mengatakan, tiap tahun 2 juta orang baru terinfeksi HIV, termasuk 20.000 anak-anak tiap bulannya.
Namun ia juga menyebut, beberapa kemajuan yang dicapai dalam perang melawan AIDS semestinya tak menjadi alasan bagi masyarakat untuk terlena.
"Dunia tanpa AIDS yang telah susah payah dibangun anda semua bukanlah mimpi. Kita hanya butuh untuk mempercepat langkah," ujarnya.
Bill juga mengutarakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi komunitas internasional adalah deteksi dini HIV.
"Data baru dari 51 negara menyebut bahwa 70% dari kematian yang menyangkut HIV sebenarnya bisa dicegah," tegasnya.
Radio Australia, 23 Juli 2014

Para ilmuwan mengatakan mereka dapat merangsang kumpulan virus tersembunyi yang ada dalam virus HIV sendiri, yang dapat mengarah kepada upaya penyembuhan penyakit ini.
Hasil penemuan yang dipresentasikan pada Konferensi AIDS Sedunia di Melbourne pekan ini menunjukkan, suatu obat anti kanker, Romidepsin, bisa memaksa virus itu keluar dari tempat persembunyian di dalam tubuh penderita.
"Ini disebut pendekatan 'kick and kill' , tendang dan memusnahkan," kata Dr Ole Schmeltz Sogaard dari Aarhus University di Denmark.
Dia memberikan obat Romidepsin kepada enam pasien - lima pria dan seorang wanita - yang positif mengidap HIV.
Fajar Online, 22 Juli 2014
JAKARTA, FAJAR - The Joint United Nation Program on HIV/AIDS sebuah badan PBB yang bertanggung jawab mengurusi program penanggulangan AIDS telah meluncurkan laporan diberi nama "GAP Report" yang berisi laporan kemajuan program penanggulangan AIDS secara global. Laporan itu mengetengahkan laporan kemajuan program di level regional dan level negara.
Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-Moon dalam pengantarnya mengungkapkan, misinya untuk membangun sebuah dunia lebih baik. Untuk tidak meninggalkan satu orang pun di belakang. Untuk berdiri bagi mereka yang paling miskin dan rentan dalam nama perdamaian global dan keadilan sosial.
Detik News, 22 Juli 2014
Jakarta, AIDS (Acquired Imunodeficiency Syndrome) masih menjadi momok bagi banyak orang, di samping berbagai nama penyakit baru atau lama dan langka yang jumlah penderitanya terus bertambah. Namun baru-baru ini WHO merilis laporan, jumlah kasus AIDS dan kematian akibat sindrom ini diprediksi akan menurun dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam laporan yang sama tercatat kini ada 35 juta orang di penjuru dunia yang hidup dengan HIV (Human Imunodeficiency Virus). Di tahun 2013, jumlah ini meningkat dengan munculnya 2,1 juta kasus baru. Namun angka ini menunjukkan adanya penurunan kasus baru sebesar 38 persen, terutama bila dibandingkan dengan penambahan kasus baru yang tercatat di tahun 2001 yang mencapai 3,4 juta kasus.
Dawn, 22 July 2014
KARACHI: Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/Aids) is claiming more lives in Pakistan than ever, says a first-of-its-kind analysis of trend data from 188 countries released on Monday.
There has been an 11 per cent increase in mortality rates from HIV/Aids in Pakistan, according to the study that examines data from 2000 to 2013. However, it reports a decline in the death rates from tuberculosis (TB) and malaria in Pakistan since 2000, when the Millennium Development Goals (MDGs) were established to stop the spread of these diseases by 2015.
Published in The Lancet, the study Global, regional, and national incidence and mortality for HIV, tuberculosis, and malaria during 1990-2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013 was conducted by an international consortium of researchers led by the Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) at the University of Washington.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia