Detik.Com, 27 Desember 2013
Jakarta - Wacana lokalisasi prostitusi yang dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama kembali mendapat penolakan. Menteri Agama Suryadharma Ali menentang usul tersebut.
"Apapun alasannya pelacuran, nggak boleh. Sporadis maupun dilegalkan. Kan udah dulu di Kramat Tunggak jamannya Sutiyoso yang disebut daerah haram jaddah jadi Islamic Jaddah. Sekarang ada mesjid ada Islamic Center," kata Suryadharma di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakpus, Jumat (27/12/2013).
Baginya tidak ada pembenaran untuk melegalkan praktik pelacuran. Niat mengontrol penyebaran HIV/AIDS tidak harus dilakukan dengan melokalisasi pelacuran.
Berita Satu, 8 Januari 2014
Sukabumi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Jawa Barat, mencatat selama 2013 sebanyak tujuh balita tertular HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang ditularkan dari ibunya yang positif penyakit tersebut.
"Tujuh balita tersebut saat ini sudah mendapatkan terapi Anti Retroviral (ARV) untuk menekan perkembangan virus tersebut, diduga ketujuh balita itu tertular penyakit itu saat dalam kandungan ibunya yang sudah positif HIV," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Irma Agristina kepada pers di Sukabumi, Rabu (8/1).
Okezone, 8 Januari 2014
SOLO - Peneliti penyebaran AIDS di Papua, Sri durjati Boedihardjo, mengungkapkan data yang mengejutkan. Di bumi Cenderawasih itu, penyebaran AIDS tertinggi dan disebabkan perilaku seks bebas.
"Seks bebas di Papua lebih mengerikan dibandingkan Kota-Kota besar lainnya. Jakarta termasuk kota terbanyak penderita HIV/AIDS, namun bukan karena seks bebas, tapi karena kebanyakan penggunaan narkoba dan penggunaan jarum suntik," kata Sri Durjati Boedihardjo saat berbincang dengan Okezone, di Solo, Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014).
WOL, 8 Januari 2014
SOLO - Aktivitas seks bebas di Papua dinilai sudah sangat mengerikan ketimbang sejumlah kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Berdasarkan data yang dimiliki Pemerhati Perempuan Sri Durjati Boedihardjo, Papua merupakan kota tertinggi yang memiliki kasus HIV/AIDS. Bahkan, tak sedikit di antaranya meninggal dunia.
ROL, 2 Januari 2014
REPUBLIKA.CO.ID, GORONTALO -- Komisi penanggulangan HIV-AIDS Provinsi Gorontalo mencatat ada 38 penderita HIV/Aids baru sepanjang tahun 2013. Total pengidap penyakit mematikan itu di Gorontalo saat ini mencapai angka 148 orang.
Data tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat membuka acara Pembentukan Komunitas Pelajar Peduli HIV-AIDS, VCT dan Donor Darah yang digelar Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi bekerjasama dengan KPA Kota Gorontalo, Kamis (2/1).
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia