TribunNews, 6 Januari 2014
TRIBUNNEWS.COM YOGYAKARTA, - Angka tertinggi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sleman adalah kalangan pekerja swasta dan kaum ibu. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sleman, jumlahnya masing-masing sebanyak 17,94 persen dan 16,54 persen.
"Banyaknya pasien ibu rumah tangga ini sangat memprihatinkan. Mereka kebanyakan tertular dari suami," terang Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sleman, Mulyanto, Senin (6/1/2013).
TempoCo, 9 Januari 2014
TEMPO.CO, Malang--Para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang postif HIV tetap melayani para pelanggannya. Namun, mereka diminta melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom. Agar penyakit yang menyerang kekebalan tubuh tersebut tak menular ke orang lain.
"Jika dipulangkan atau melarang mereka bekerja, justru melanggar HAM," kata fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, Marsikan, Rabu 8 Januari 2013. Sehingga mereka tetap diizinkan bekerja dengan pengawasan ketat. Seperti memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.
Okezone, 6 Januari 2014
HUMAN Immunodeficiency Virus atau HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.
Salah satu penderitanya di Depok adalah seorang anak laki - laki berusia 8 tahun bernama AR di Jatijajar, Tapos, Depok. Pada tahun 2012 juga ada balita bernama RF di Pancoran Mas, Depok yang meninggal karena virus mematikan tersebut.
TempoCo, 8 Januari 2014
TEMPO.CO, Malang - Sejumlah pekerja seks komersial dari lokalisasi Dolly Surabaya bermigrasi ke kota lain. Yayasan Paramitra Malang menemukan sedikitnya 10 PSK dari Dolly "membuka praktek" di Kabupaten Malang.
Sejak sejumlah Wisma Dolly Surabaya ditutup, para alumninya menyebar ke sejumlah lokasisasi. "Sejak awal penutupan lokalisasi Dolly, tapi belum signifikan," kata fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, Marsikan, kepada Tempo, Selasa, 7 Januari 2013.
TempoCo, 8 Januari 2014
TEMPO.CO, Jakarta -Penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya harus dilakukan secara hati-hati. Terutama mengantisipasi penyebaran penyakit HIV/AIDS. Sebab, selama ini para pegiat penanggulangan HIV/AIDS tak bisa mengawasi bekas Pekerja Seks Komersial (PSK) yang telah dipulangkan.
"Kita sulit melacak, banyak yang tak kembali ke alamat asal," kata fasilitator advokasi Yayasan Paramitra Malang, Marsikan, Rabu 8 Januari 2013. Sehingga mereka kesulitan mendampingi PSK yang telah positif terinfeksi HIV. Apalagi, mereka menyebar ke sejumlah lokalisasi.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia