Pos Kota, 10 januari 2014
JAKARTA (Pos Kota)- Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan kerjasama dengan Yayasan Bill and Melinda Gates di bidang kesehatan. Kerjasama dalam hal pembiayaan tersebut kata Menko Kesra Agung Laksono terfokus pada penanganan penyakit menular seperti HIV/AIDS, tuberculosis (TB) dan malaria. Disamping itu juga perkembangan program keluarga berencana (KB).
"Yayasan Bill dan Melinda Gates berencanakan mendonasikan dana untuk pembangunan kesehatan di Indonesia," kata Agung Laksono usai pertemuan dengan Yayasan Bill dan Melinda Gates dan Mayapada Grup di Kantor Kemenkokesra.
Liputan6, 9 januari 2014
Liputan6.com, Tarif pelayanan kesehatan yang dianggap minim untuk para dokter menimbulkan masalah. Banyak yang menilai bahwa pemberian insentif bagi dokter itu sangat diperlukan. Tapi bagaimana sebenarnya menurut pakar Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Universitas Indonesia, Prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH?
"Sebetulnya kalau mau fair, jangan hanya dokter yang ada di puskesmas yang dikasih insentif. Kalau swasta bagaimana ngasih insentifnya? Pemerintah bayar aja dengan baik, kapitasinya dinaikkan," kata Hasbullah yang ditemui di Kementerian Kesehatan dan ditulis Kamis (9/1/2014).
Liputan6, 8 Januari 2014
Liputan6.com, Jakarta : Rendahnya insentif dokter Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memicu berbagai komentar. Namun, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan ada kesalahpahaman. Sebenarnya, insentif itu sudah ada peningkatan.
Berikut wawancara dengan Menkes Nafsiah Mboi, di Kantor Presiden, Rabu (8/1/2014):
Liputan6, 8 Januari 2014
Liputan6.com, Jakarta : Melihat beratnya beban tugas dokter yang melaksanakan program dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pemerintah pun menyatakan setuju jika memang diperlukan adanya peningkatan insentif bagi para dokter.
"Insentif itu perlu ditingkatkan sehingga tepat, layak dan adil. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan dalam implementasinya, termasuk insentif para dokter dan tenaga medis yang sesuai," jelas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengantarnya saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (8/1/2014).
Standard Digital Health, January 8th, 2014
By GATONYE GATHURA
A group of women in Pumwani, Nairobi, have provided new evidence that hard to treat HIV strains have become more widespread in the city.
Information published on Tuesday, collected from 109 HIV-infected women from Pumwani, showed up to 22 per cent of them had strains that are highly resistant to some commonly used antitretrovirals.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia