Sumatera Ekspres, 21 Mei 2014
LUBUKLINGGAU - Dinas Kesehatan Lubuklinggau menyebutkan terdapat 24 orang di Bumi Sebiduk Semare dinyatakan mengidap positif HIV. Jumlah itu sesuai data yang dimiliki Dinkes sejak 2008-2013 dan keberadaan mereka sampai dengan saat ini tidak terdeteksi lantaran menutup diri.
"Yang kita temukan selama ini, kita tidak tahu orangnya siapa. Sebab itu dari laboratorium. Itulah salah satu kendalanya, mereka masih menutup diri sehingga keberadaan mereka susah dideteksi saat ini," kata kepala Dinkes Lubuklinggau, Nawawi Akib, Rabu (21/5).
Kompas, 21 Mei 2014
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Demi menekan bertambahnya jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Banyuwangi, yang sudah menembus angka 1.789 orang, Pemkab Banyuwangi menggandeng ratusan mahasiswa untuk menjadi relawan. Mereka tergabung dalam Kelompok Mahasiswa Peduli AIDS (KMPA).
Menurut Kepala Seksi Bidang pemberantasan penyakit menular Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Sudarto Setyo, Rabu (21/5/2015), jumlah penderita HIV AIDS di Banyuwangi terbanyak berasal dari usia produktif.
Kompas, 20 Mei 2014
CIAMIS, KOMPAS.com — Sebanyak 946.814 lelaki di Jabar ternyata adalah "lelaki hidung belang". Yang mengkhawatirkan, dari jumlah tersebut, sebanyak 520.748 di antaranya adalah kepala rumah tangga dengan istri dan anak-anak.
Data tersebut diungkapkan Sekretaris Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jabar, Arry Lesmana Putera, dalam rapat koordinasi penanggulangan HIV/AIDS tingkat Kabupaten Ciamis di Aula Setda Ciamis, Senin (19/5/2014).
Merdeka.Com, 21 Mei 2014
Merdeka.com - Sebanyak 60 orang terjangkit HIV/AIDS di Kediri dalam kurun waktu Januari-Maret 2014. Diduga, virus HIV menyebar melalui lokalisasi remang-remang di Kediri.
Puluhan tim relawan penanggulangan HIV- AIDS Kota Kediri memberikan penyuluhan kepada warga dan pengunjung kawasan Lebak Tumpang Klotok Kecamatan Mojoroto. Dipilihnya Kawasan Lebak Tumpang sebagai sasaran sosialisasi, karena lokasi itu dicurigai sebagai tempat remang-remang dan rawan disalahgunakan untuk ajang transaksi seksual secara bebas.
Fajar Online, 20 Mei 2014
MAJENE, FAJAR--Wakil Bupati Majene, Fahmi Massiara menilai peluang penyebaran HIV/AIDS di Majene cukup besar. Status sebagai Kota Pendidikan di Sulbar menjadi salah satu celah pergaulan bebas di kalangan remaja.
Fahmi juga mengkhawatirkan lokalisasi yang biasanya tumbuh secara alamiah. Apalagi bila pergaulan bebas tidak terdeteksi, tentu akan sangat berisiko meningkatkan angka penderita AIDS.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia