the Times of India, 3 September 2014

KOLKATA: The Centre's decision to do away with the Departments of AIDS Control (DAC) as a separate wing and merge it with the health ministry has sparked apprehension among organisations that working on HIV/AIDS.

Community based organisations (CBOs) and other NGOs feel that such move will hamper the progress that has been made in the prevention and control of AIDS.

Early this August the Centre took the decision to wind down DAC that runs five-year Rs 14,295 crore National AIDs Control programme 4 (NACP-4) and merged it with the department of health and family welfare. The Centre felt that there was no more that need for a separate wing since the number of people affected with HIV had fallen by about half over the past one decade.

UNHCR, 3 September 2014

Nayo is a South Sudanese refugee in Central African Republic. The 58-year-old is one of the thousands of residents in the CAR living with HIV. UNHCR is helping to identify and prioritize needs. © UNHCR/A.Kitidi BANGUI, Central African Republic, September 3 (UNHCR) – Conflict forced Nayo to flee her native South Sudan and seek shelter in neighbouring Central African Republic, but it has not prevented the 58-year-old refugee from receiving the medical treatment that keeps her alive.

"Fighting has forced me twice to leave South Sudan for the Central African Republic, once as a little girl and once as an adult," she tells UNHCR. "I'd love to see my country, even though it's at war. But I am tired of running. I am too old and too sick," she adds resignedly.

Nayo is one of tens of thousands of people in the Central African Republic, including refugees, living with HIV. But while others now struggle to access treatment, she has access to vital free medicine thanks to a church organization in Bangui, the conflict-torn capital of the Central African Republic.

Berita Satu, 3 September 2014

llustrasi HIV/AIDS. (sumber: Antara)Samarinda - Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menolak untuk didata ulang oleh Dinas Kesehatan setempat, karena khawatir identitas mereka diketahui.

"Pendataan ulang seharusnya tidak perlu dilakukan lagi, karena data para ODHA sudah lengkap. Sedangkan Dinas Kesehatan beralasan bahwa pendataan ulang ini untuk memastikan kembali jumlah ODHA yang sebenarnya, padahal data yang kami berikan itu adalah data yang benar," kata Ketua Komunitas Peduli HIV/AIDS (KPA) Plus di Kabupaten Penajam Paser Utara, Jodi, Selasa (2/9).

Beberapa waktu lalu, kata Jodi, Dinas Kesehatan berencana melakukan pendataan ulang, namun para ODHA menolak karena khawatir identitas mereka akan diketahui.

Tribun Network, 1 September 2014

tambang batu bara dayaindo resources international antara TRIBUNNEWS.COM. BALIKPAPAN – Ancaman virus HIV/AIDS membayangi kehidupan pekerja tambang batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur. Yayasan Laras Indonesia untuk Samarinda menemukan perilaku pekerja tambang yang gemar mampir ke lokasi pelacuran. Hal itu tentu sangat berisiko.

"Dalam pendampingan kami (pada pekerja seks), mereka katakan pelanggan mereka adalah orang-orang tambang. Biasanya datang setelah gajian," kata Program Manager Laras Samarinda Ellie Hasan di peluncuran program Laras Balikpapan beberapa waktu lalu.

Operasi tambang batu bara dan usaha pendukungnya merupakan kegiatan dominan di Samarinda. Ibu kota Kaltim ini membuka sekurangnya 71 persen dari luas wilayah daratnya untuk kegiatan pertambangan.

Kompas, 1 September 2014

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 3.130 orang warga Kota Semarang terjangkit virus HIV/AIDS. Jumlah tersebut terbesar dari total penderita HIV di Jawa Tengah yang mencapai 4.472 orang.

"Penyakit HIV itu tersebar merata di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tapi, 70 persen kasus itu berasal dari Kota Semarang," kata Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Jawa Tengah, Elisabeth Widyastuti di Semarang, Senin (1/9/2014).

Menurut Elisabeth, banyak hal yang bisa menyebabkan orang terkena virus ini. Seorang bisa mudah terjangkit virus tersebut melalui hubungan seksual dengan pengidap HIV serta pemakaian jarum suntik.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID