Africa Science News, 19 August 2014

A new report from amfAR, The Foundation for AIDS Research, and AVAC outlines the need for a new approach to tracking data to guide the key decisions that shape the response to the HIV/AIDS epidemic.

Critical and expensive decisions made with incomplete data are undermining the response—even as the systems for collecting this data continue to improve, the report found. Data Watch: Closing a Persistent Gap in the AIDS Response outlines corrective steps to sustain and expand the progress made in the past few years in the AIDS response and lays out key areas where better, more complete data is needed.

The report, supported in part by the M•A•C AIDS Fund, makes the case that if we are to achieve ambitious new targets aimed at ending the epidemic by 2030, we must improve our data systems for the HIV response now. Data Watch updates amfAR's and AVAC's 2012 Action Agenda to End AIDS, which made the case for a more businesslike approach to ending the epidemic and proposed a multi-year plan with concrete strategies, targets and timelines.

Tempo.Co, 19 Agustus 2014

REUTERS/Ajay VermaTEMPO.CO, Pangkalpinang - Jumlah penderita HIV/AIDS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tercatat sudah mencapai 500 orang. Hal ini membuat Wakil Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani prihatin.

Menurut Hidayat, sebagai provinsi yang tergolong baru, dengan penduduk 1,2 juta jiwa maka jumlah penderita HIV/AIDS yang sudah mencapai 500 orang sungguh mengkhawatirkan.

"Untuk mencegah meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS, kami minta peran tokoh masyarakat dan tokoh agama ditingkatkan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat," kata Hidayat dalam acara semiloka penanggulangan HIV/AIDS bagi pemuka agama di Gran Mutiara Hotel Pangkalpinang, Selasa, 19 Agustus 2014.

Kompas, 19 Agustus 2014

Obat ARV jenis Efavirenz buatan PT.Kimia Farma. AIDS Coalition KOMPAS.com- Orang dengan HIV/AIDS atau ODHA menyambut gembira obat antiretroviral jenis Efavirenz yang diproduksi oleh PT.Kimia Farma. Kehadiran obat ini diharapkan bisa memutus ketergantungan obat ARV yang selama ini diimpor.

Obat efavirenz tersebut juga sudah mulai didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit. "Kami mendapat laporan monitoring ARV kemarin yang mengatakan ARV jenis Efavirenz sudah ada di RS Fatmawati," kata Irwandy Widjaja dari Indonesia AIDS Coalition dalam siaran persnya.

Ia menambahkan. "Ini merupakan kabar gembira bagi ODHA di Indonesia karena dengan ARV produksi lokal, kita bisa memutus mata rantai ketergantungan obat ARV dari luar negeri. Dan persoalan seperti ARV tertahan di Bea Cukai bisa kita hindari kedepannya".

Suara Merdeka, 18 Agustus 2014

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Penyebaran penyakit AIDS di Karangayar semakin mengkhawatirkan. Dalam enam bulan terakhir, terdapat tambahan penderita baru sebanyak 40 orang. Mereka sudah dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Bahkan tiga di antara sudah meninggal beberapa bulan lalu.

Perkembangan ini dirasakan sangat memprihatinkan, sebab ternyata penderita justru didominasi oleh warga desa di pelosok yang memang banyak di antara mereka yang bekerja di luar kota, dan pulang-pulang sudah membawa penyakit yang belum ada obatnya itu.

Atjeh Post, 18 Agustus 2014

ilustrasi

Sedangkan dua anaknya positif HIV terus mendapat perawatan intensif di salah satu rumah sakit.

SEORANG janda di Aceh Utara yang mengidap AIDS dilaporkan telah meninggal dunia dalam perawatan medis di Banda Aceh. Sedangkan dua anaknya positif HIV terus mendapat perawatan intensif di salah satu rumah sakit.

"Janda itu sempat dirawat selama dua minggu di salah satu rumah sakit di Lhokseumawe, kemudian kita rujuk ke Banda Aceh untuk perawatan lanjutan. Sehari dirawat di sana, ia meninggal dunia pada Jumat kemarin," ujar Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Aceh Utara, dr. Makhrozal, kepada ATJEHPOST.co lewat telpon seluler, Senin, 18 Agustus 2014, sore.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID