Tribun News, 15 Agustus 2014
TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO- Pederita HIV/AIDS di Kabupaten Situbondo terus bertambah. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Situbondo mencatat, jumlah penderita hingga Maret 2014 telah mencapai 304 orang.
"Semakin banyak ditemukannya orang terinfeksi HIV maka menggambarkan program penanggulangan dan diagnosis HIV semakin baik," ujar Dadang Wigiarto, ketua KPA Situbondo, Kamis (14/8/2014).
Dijelaskannya, dari 304 orang lebih yang terdeteksi mengidap virus HIV/AIDS tersebut, penderita tertinggi masih menyerang sejumlah ibu rumah tangga.
Sedangkan urutan kedua adalah sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mencapai 46 orang. Mereka ini tersebar pada sejumlah eks lokalisasi seperti Bandengan, Kecamatan Panarukan, Gunung Sampan, Kota Situbondo.
Pos Kupang, 11 Agustus 2014
POS KUPANG.COM, DEPOK -- Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Julianto Witjaksono SpOG, KFER, MGO mengatakan, saat ini 46 persen remaja berusia 15-19 tahun belum menikah sudah berhubungan seksual.
"Paling tidak, beri pandangan bahwa ini bahaya dan mengancam generasi muda. Pernikahan dini, penyimpangan prilaku. Masalah penyimpangan remaja semestinya bisa dikendalikan. Harus dikendalikan, bisa mengurangi angka kehamilan pra nikah, penyimpangan seksual akan bisa berdampak pada kesehatan remaja," katanya dalam Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja "Strategi Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu di Indonesia" di Universitas Indonesia (UI) Depok, Minggu (10/8/2014)
Delik News, 13 Agustus 2014
Ternate – Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menyebutkan penderita HIV/AIDS di kota Ternate, hampir mencapai 200 orang, dua di antaranya adalah mahasiswa dan satu pelajar SMA terinveksi penyakit tersebut.
"Ini juga kita temukan penderita dari kalangan mahasiswa dan pelajar SMA, jadi ada dua mahasiswa dan satu pelajar SMA di Kota Ternate," kata Kepala Dinas Kesehatan kota Ternate, Nurbaity Radjabesi di Ternate, Selasa.
Ia menyatakan, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di kota Ternate sebanyak 190 orang di bulan Juni. Data yang terkumpul sekarang sampai Juni ini 190 orang.
All Africa, 13 August 2014
SINCE the US President's Emergency Plan for AIDS Relief (PEPFAR) started working in Zambia just more than 10 years ago, dramatic progress has occurred in the fight against HIV and AIDS.
More than 500,000 people are currently on life-saving anti-retroviral medication; in 2013 alone nearly 200,000 men volunteered to undergo medical male circumcision, a procedure proven to reduce a man's risk of HIV infection by up to 60 percent;and more than two million Zambians are tested and counselled annually for HIV.
Unfortunately, thousands of Zambians are still not able to access HIV services for a variety of reasons.
Information and actions for HIV prevention and risk reduction remain unavailable for some marginalised groups in Zambia.
Blog AIDS Gov, 12 August 2014
Facebook, Instagram and many other apps utilize location-enabled data to find health services. Back in 2010 we blogged about Foursquare, the GPS-enabled mobile app that allows you to share your location with friends and others nearby when you "check-in" to places, including local HIV services and events. After almost 5 years, Foursquare has announced a major app makeover Exit Disclaimer. Foursquare 8.0 is a reminder of the many tools that can be used to reach your target audience and provides us with an opportunity to reflect on the evolving ways to communicate messages of HIV testing and HIV/AIDS awareness. Here is an overview of Foursquare 8.0 and what location-enabled sharing can mean for the HIV community:
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia