Suara Surabaya, 17 Juli 2014

Ilustrasi Gang Dolly, Surabayasuarasurabaya.net - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menemukan beragam penyakit menular ternyata subur di kawasan sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak.

Beberapa penyakit itu selain HIV/AIDS juga Inspeksi Menular Seksual (IMS), demam berdarah dengue (DBD), tuberculosis (TBC), bahkan Ispa serta pneumonia (radang paru-paru).

"Untuk penyakit menular seksual, DBD serta TBC malah yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Surabaya," kata dr Mia Novia, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Kamis (17/7/2014).

Detik News, 17 Juli 2014

Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya meneliti beberapa kawasan yang sebelumnya difungsikan sebagai lokalisasi, menjadi sumber kemunculan penyakit HIV/AIDS.

Data dari dinkes, angka kasus HIV/AIDS di beberapa kawasan di Surabaya seperti Benowo, Krembangan, Pabean Cantikan, Sawahan dan Wonokromo cukup tinggi. Sebelumnya, di kawasan tersebut berdiri lokalisasi atau karena berdekatan dengan lokalisasi.

"Kasus HIV/AIDS banyak ditemukan di kawasan tersebut (eks lokalisasi) karena dampak dari keberadaan lokalisasi. Selain itu, di kawasan terdapat hot spot seperti tempat hiburan," ungkap Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Surabaya, dr Mira Novia, dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (17/7/2014).

Pos Kota, 17 Juli 2014

Foto: IstimewaSUKABUMI (Pos Kota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi kini telah memiliki Pelaturan Daerah (Perda) HIV/AIDS. Kepastian itu setelah ditetapkannya perda tersebut, Selasa (15/7), yang dihadiri oleh 25 Angota Dewan dan Bupati Sukabumi yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Akhmad Jajuli.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi,
Asep Suherman menyatakan dengan adanya perda tersebut bisa memberikan payung hukum pihaknya dalam proses penangulangan HIV/AIDS. Dengan demikian, petugas di lapangan akan merasa nyaman dalam melakukan tugasnya.

Viva News, 17 Juli 2014

HIV AIDS Source : HIV AIDS (HIV AIDS)VIVAnews - Komisi VIII DPR mendesak Pemerintah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanggulangan HIV/AIDS. Pasalnya, terdapat 13 orang ibu hamil di Merauke terindikasi positif HIV/AIDS yang harus ditangani segera.

Hal itu mengemuka saat Komisi VIII DPR mengadakan Kunjungan Kerja ke Propinsi Papua yang dipimpin oleh Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah, belum lama ini.

Ledia mengatakan, secara keseluruhan yang terindikasi positif HIV/AIDS lebih dari 30 orang perempuan. Khusus di Kabupaten Merauke terindikasi positif HIV/AIDS 20 orang yang sebagian besar ibu rumah tangga, dan lainnya merupakan para pekerja seks komersial (PSK).

Viva News, 17 Juli 2014

Peringatan Hari AIDS (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Jumlah penderita baru menurun dari tahun ke tahun.

VIVAnews - Penyaki epidemi yang merusak kekebalan tubuh, AIDS bisa dikendalikan penyebarannya pada 2030. Saat ini saja, jumlah penderita dan korban meninggal sudah mengalami penurunan.

Dilansir melalui BBC, Kamis, 17 Juli 2014, Badan Aids PBB mengatakan bahwa untuk menekan tingkat penyebaran penyakit AIDS dibutuhkan upaya dan kerja sama internasional lebih jauh lagi. Langkah yang dilakukan sekarang ini belum bisa mengakhiri penyebaran penyakit tersebut.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID