AfricaScienceNews, 6 May 2014
[Melbourne, Australia] African governments should begin to integrate cardiovascular disease awareness in HIV programmes, according to a special session on heart disease in Africa at the ongoing World Congress of Cardiology.
Prof Andre Pascal, Director of non-communicable diseases at the Medical Research Council of South Africa said given that 70 per cent of the 35 million people living with HIV (PLWH) globally are in Africa, any attempt to address any medical condition, including CVD in the continent should be done in the context of HIV.
According African experts at the Congress, over the past decade, substantial domestic and foreign investment has successfully scaled-up HIV/AIDS healthcare infrastructure in these countries and Africa already have some mileage on this and has succeeded in developing a parallel health care system to address HIV and related diseases like TB.
JPNN, 6 Mei 2014

Hasil Survei Kemenkes 2007-2011
JAKARTA – Fakta mengejutkan disampaikan oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ternyata, sebanyak 6,7 juta pria di Indonesia yang melakukan seks beresiko atau jajan seks. Besarnya seks beresiko yang dilakukan oleh para pria ini juga turut mempengaruhi peningkatan epidemi HIV/AIDS di Indonesia.
Dari hasil survei Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di 20 kota selama kurun 2007-2011, terjadi peningkatan jumlah pria jajan seks sebesar 600 persen, yakni dari 0,1 persen (2007) mejadi 0,7 persen (2011).
Merdeka.Com, 6 Mei 2014
Merdeka.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo mendirikan puluhan outlet kondom di sejumlah hotel dan tempat hiburan.
Sekretaris KPA Provinsi Gorontalo Irwan mengatakan bahwa outlet kondom tersebut bertujuan melayani permintaan kondom dari pasangan yang berada di lokasi-lokasi tersebut.
Oleh: Hersumpana Ignatius
Tingkat penularan HIV dari Ibu dan Anak semakin mengkhawatirkan. Data dari WHO memperkirakan dari 430.000 bayi atau anak baru yang terinfeksi HIV pada 2008, 90 persen dari mereka terinfeksi melalui transmisi dari Ibu ke Anak (Mother to Child Transmission) selama kehamilan, menyusui dan persalinan. Tanpa perawatan, sekitar setengah dari bayi yang terinfeksi akan mati sebelum usia mencapai 2 tahun. Tanpa intervensi resiko, penularan HIV dari ibu ke anak berkisar antara 20 persen hingga 45 persen. Melalui intervensi khusus pada populasi yang tidak menyusui, resiko penularan HIV dari ibu ke anak dapat dikurangi hingga kurang dari 2 persen dan pada populasi menyusui mencapai reduksi kurang dari 5 persen.
SkalaNews, 5 Mei 2014

"Menyangkut dengan perda HIV-AID yang sudah digagas dan disahkan oleh DPRD pada tahun 2013 tersebut agar disosialisasikan lagi dengan baik.."
Skalanews - Sejumlah elemen mencatat, Kota Ternate merupakan salah satu daerah yang memiliki penderita HIV/AIDS tertinggi di Maluku Utara.
Direktur Cucuvunei Astuti Nurlaila Kilwow mengatakan di Ternate, Senin, saat ini Kota Ternate merupakan salah satu Kota di Malut yang terjangkit virus HIV-AID tertinggi yang kebanyakan penderitanya adalah yang sudah berumah tangga dan sebagiannya anak-anak muda.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia