JambiExpressNews, 12 Mei 2014
MUARA BUNGO – Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bungo sudah sangat mengkhawatirkan. Dari tahun 2013 hingga Mei 2014, ada 22 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bungo. Dengan rincian, 19 orang pada 2013 dan 3 orang 2014 ini. Bahkan, 3 orang dinyatakan sudah meninggal dunia.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bungo, M. Rasyid, AMS, membenarkan data tersebut. "Untuk tahun 2014 ada tiga laporan yang masuk ke kita. Selebihnya kasus 2013 lalu," akunya, saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini.
Cenderawasih Pos, 12 Mei 2014
JAYAPURA-Indonesia, tercatat sebagai Negara pertama di Asia setelah Negara-negara di kawasan Afrika yang bakal menjadi Negara pertama, khususnya di Provinsi Papua yang akan menerapkan sirkumsisi atau sunat dengan menggunakan alat PrePex.
Hal ini diungkapkan dr Muyenzi Leon Ngeruka, ahli bedah dari Rwanda, Afrika, ketika berbagi pengalaman pelaksanaan sirkumsisi dalam upaya penggulangan HIV-AIDS di Rwanda, yang berlangsung di Grand Abe Hotel, Minggu (11/5) malam.
WartaNews, 10 Mei 2014
WartaNews, Jakarta - Kondom bagi perempuan yang lebih murah, lebih banyak pengguna, lebih mudah digunakan (friendly), akan lebih efektif dalam melawan HIV/AIDS dan berbagai penyakit menular seksual lainnya.
Kondom perempuan sebenarnya sudah mulai diperkenalkan sejak 1993, tetapi sampai sekarang masih sekadar digunakan untuk pencegahan kehamilan. Kondom perempuan itu belum dikampanyekan untuk pencegahan HIV/AIDS dan PMS, sehingga tingkat penggunaannya juga masih sangat sedikit.
Oleh: Hersumpana Ignatius
Kegiatan surveilans HIV dan AIDS di Indonesia masih dipandang terpusat dan tidak semua kebijakan yang diambil oleh pusat dipatuhi oleh daerah di era otonomi daerah sekarang. Realitas ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman di tingkat pemerintah pusat dengan stakeholder lokal dalam kebijakan surveilans HIV dan AIDS sehingga berdampak pada implementasi surveilans yang bersifat parsial bukan merupakan kegiatan yang integral dan utuh, meskipun kebijakan integrasi surveilans HIV dan AIDS ini dalam setiap departemen sudah diatur oleh Menteri Pendayagunaan dan Aparatur Negara seperti diamanatkan oleh Kepmenkes no 1116 tahun 2003. Pertanyaannya seberapa penting surveilans dalam penanggulangan epidemi HIV dan AIDS? Sejauhmana konsistensi implementasi kebijakan surveilans dilakukan di Indonesia?
LiberianObserver, 8 May 2014
The National AIDS Commission (NAC) has said that the Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis and Malaria has projected US$101,882,196 to combat these diseases for a period of three years.
As a precondition to receiving this amount, the Commission said, Liberia has been requested by the Global Fund to provide only five percent (US$5M) before the money is released to the government of Liberia.
This means full disbursement of the Global Fund will be contingent upon the country's willingness to pay its contribution to the cost of the national response.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia