Pikiran Rakyat, 19 Desember 2014

SEKITAR setengah juta orang di Cina diketahui terkena HIV atau AIDS.* REUTERS/"PRLM" BEIJING, (PRLM).- Pihak berwenang di sebuah desa di Cina berjanji akan memberi program pendidikan kepada warga, setelah seorang bocah berusia delapan tahun dikeluarkan dari sekolahnya karena terinfeksi HIV.

Media pemerintah melaporkan sekitar 200 warga desa di Provinsi Sichuan menandatangani petisi untuk mengusir anak itu.

Kini ada rencana untuk melakukan 'pendidikan ideologi' bagi warga untuk mengoreksi yang disebut sebagai konsepsi yang salah atas penyakit tersebut, walau belum ada rincian yang diketahui.

Anak yang diberi nama samaran Kun Kun oleh media, sebelumnya dikeluarkan dari sekolah ketika didiagnosis mengidap HIV pada tahun 2011 dan disebut tinggal bersama seorang pria yang menjadi kakek angkatnya.

Oleh:  Hersumpana

Ilustrasi | GoogleKesenjangan Geografis di daerah terpencil, sangat terpencil di Indonesia dengan daerah yang lebih maju di Jawa khususnya semakin lebar. Data yang disampaikan oleh  Kementerian Desa, Pembangunan daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi menegaskan disparitas ketersediaan layanan kesehatan dasar dan sumber daya kesehatan  di daerah tertinggal pada 2012 yakni dari 2.652 total jumlah kecamatan terdapat 303 kecamatan yang tidak memiliki Puskesmas, di level desa kesenjangan lebih besar lagi jumlah desa yang memiliki poskesdes terdapat 7.303 dari 29.273 desa, terdapat 11.910 desa yang tidak memiliki poskesdes. Ketersediaan dokter puskesmas 5.481 jika mengacu standar 2.500 orang per 1 dokter, kekurangan dokter puskesmas adalah 2.448 dokter dan jumlah bidan desa yang ada adalah 30.340 dengan standar 1 bidan per desa, kekurangannya 1.897 bidan[1]

Oleh : Dewi Rokhmah

Isue HIV dan AIDS pada Komunitas LSL

Setiap tahunnya di tanggal 1 Desember, seluruh masyarakat dunia mengenal Hari AIDS Sedunia (HAS / World AIDS Day). Cukup beralasanmengapa momen HAS ini menjadi penting, mengingat peningkatan kasus HIV dan AIDS yang cukup menghawatirkan di setiap tahunnya sehingga menjadi isu permasalahan global. Terbukti dalam tujuan Millenium Development Goals 2015, pada tujuan keenam disebutkan adanya upaya penurunan penyakit menular HIV/AIDS. Penyakit ini dengan cepat dapat menyebar ke seluruh dunia (pandemik).

Oleh: Chrysant Lily Kusumowardoyo dan M. Suharni

Ilustrasi | suluhbali.co121214 atau tanggal 12 Desember tahun 2014 ini menandai pertama kali dirayakannya Universal Health Coverage (UHC) Day atau Hari Cakupan Kesehatan Semesta[1]. Tanggal ini dipilih untuk memperingati resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada dua tahun sebelumnya, dimana semua negara anggota PBB mengakui UHC sebagai salah satu pilar penting dari pembangunan yang berkelanjutan[2].  Turut memperingati hari ini, PKMK FK UGM mengadakan seminar untuk menghasilkan masukan bagi pengembangan kebijakan kesehatan, khususnya terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan kendaraan yang dipakai guna mencapai cakupan layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Sindo News, 12 Desember 2014

Ilustrasi (dok:Istimewa)PASURUAN - Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, razia ketertiban yang digelar Satpol PP terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK) jalanan, mendeteksi sembilan orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS.

Virus mematikan ini diketahui setelah PSK yang terjaring razia dilakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan kesehatan yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan ini diantaranya tes darah.

"Pemeriksaan darah ini dilakukan uji laboratorium. Selama dua bulan terakhir, tercatat ada sembilan PSK yang terinfeksi HIV/Aids," kata Kasi Ops dan Ketertiban Satpol PP Kabupaten Pasuruan Ajar Dolar, kepada wartawan, Kamis (11/12/2014).

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID