VOA Indonesia, 7 Desember 2014
Para ahli mengatakan perempuan berusia di bawah 25 tahun mendapatkan virus dari pria-pria berusia lebih tua.
JOHANNESBURG—Lolobrigitha Tsupa, 30, adalah perempuan warga Afrika Selatan yang terinfeksi HIV sejak usia 23 tahun.
Ia mengatakan keinginannya menjalani kehidupan berkecukupan dan serba cepat, membuatnya mencari teman laki-laki yang bisa menyediakan semuanya.
Namun Tsupa mengatakan ternyata ia mendapatkan lebih dari itu.
"Saya bertemu laki-laki yang punya uang, mengendarai mobil bagus, dan usianya sangat tua, seusia ayah saya. Ia membeli barang-barang untuk saya, hadiah, dan membawa saya bepergian. Itu kehidupan yang ingin saya jalani, yang tidak saya peroleh dari rumah, dan dari situlah saya tertular virus itu," ujarnya.
Pos Kota News, 8 Desember 2014
KEMBANGAN (Pos Kota) – Warga yang terkena penyakit HIV/AIDS di Jakarta Barat (Jakbar) terus meningkat. Sejak Januari hingga September 2014 tercatat penderita HIV sebanyak 309 orang dan penderita AIDS 736 orang. Jumlah ini meningkat dibanding data tahun 2013, di mana penderita HIV sebanyak 128 orang dan AIDS 139 orang.
"Peningkatannya cukup siginifikan, terutama untuk penderita AIDS. Kondisi ini harus mendapatkan perhatian dan penanganan serius," tegas Kasub bagian Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) HIV/AIDS Jakbar, Suparjan, kemarin.
Penderita HIV, penularannya didominasi melalui jarum suntik mencapai 40-68 persen. Sedangkan penularan melalui hubungan suami-istri mencapai 38-40 persen. Secara kasat mata penderitanya tidak dapat dilihat dari keadaan fisiknya. Tapi harus diperiksa melalui tes HIV dan AIDS.
Sriwijaya Post, 8 Desember 2014
SRIPOKU.COM, SEKAYU - Penderita penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sepertinya tiap tahun mengalami peningkatan.
Pada tahun 2013 penderita penyakit yang belum ada obatnya ini sebanyak 8 orang kini pada tahun 2014 menjadi 17 orang.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Muba dr Sriwijayani melalui Kabid P2PL Candra SKm mengatakan, hingga saat ini total yang positif terjangkit penyakit HIV sebanyak 41 orang.
Sejak tahun 2011 ada 4 orang, 2012 sebanyak 12 orang, untuk tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 8 orang dan pada 2014 naik menjadi 17 orang penderita.
"Sejak tahun 2011 hingga 2014, ada 4 warga yang meninggal akibat mengidap dan rata rata yang dominan mengidap penyakit ini adalah laki laki," ungkap Candra.
All Africa, 8 December 2014
Worldwide an increasing number of children who contracted HIV as babies are surviving into adolescence, even without medication, but many are dying before treatment can be initiated or be effective.
The reasons are complicated and there is currently little research and evidence to understand the reasons behind the fact that HIV is now the second largest contributor of adolescent mortality globally, and the number one in Africa (World Health Organization).
But some evidence published by the Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes (JAIDS) points to the fact that many of the adolescents who contracted HIV as babies (either in their mother's womb or through breast milk), somehow slipped through the net when it came to getting diagnosed and receiving treatment.
Riau Terkini, 7 Desember 2014
Riauterkini-BENGKALIS- Ribuan warga Bengkalis memeriahkan jalan santai sempena Hari HIV/AIDS se-Dunia di Lapangan Pasir Andam Dewin, Bengkalis (7/12/14).Sebelumnya, sempena Hari HIV/AIDS 2014 juga digelar berbagai kegiatan seperi dialog interaktif di lingkungan Kemenkumham, kabaret, tes urin dan tes golongan darah menggandeng Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bengkalis.
Kegiatan jalan santai tersebut resmi dilepas Wakil Bupati Bengkalis Suayatno, sekaligus Ketua Umum Komisi Penanggulangan HIV/AIDS dan Ketua BNNK Bengkalis dan dimeriahkan penampilan para Dancer di Lapangan Tugu Bengkalis, cap tapak tangan Gerakan Ulur Tangan Pedulia HIV/AIDS.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia