All Africa, 9 December 2014
Mariental — When sober, Paul Witbooi would not be able to talk to women. But a sip of alcohol would give him courage to propose to women. Witbooi's predicament was so known among his community that people started calling him an "old virgin". He found solace in alcohol, which he however abused to get involved with women.
In 2009 Witbooi was diagnosed HIV positive and now Witbooi says: "Every pleasure comes with problems."
Witbooi told the crowd gathered for the AIDS Day commemoration at Takarania informal settlement, Mariental, that when under the influence of alcohol he would "get involved in sexual activities at any nearest place available".
Cenderawasih Pos, 9 Desember 2014
SENTANI-Untuk mencegah penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) di kalangan pekerja seks komersial (PSK) di lokalisasi Tanjung Elmo, maka setiap PSK wajib untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin di Klinik Wisma Keshyatan Terpadu Cenderawasih (WKTC) yang ada di lokalisasi Tanjung Elmo.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, kesadaran PSK untuk menjaga diri dari penularan IMS atu HIV-AIDS ini termasuk cukup tinggi. Hal ini sebagaimana terlihat dari antrean PSK untuk melakukan pemeriksaan diri kepada petugas di WKTC, Senin (8/12).
"Setiap hari pelayanan disini minimal melayani 30 pasien diantaranya pelayanan, IMS, VCT dan KB," ujar salah satu petugas PKBI yang membantu pemeriksaan kesehatan para PSK kemarin.
Daily Times, 8 December 2014
KARACHI - Pakistan having assumed concentrated epidemic phase of HIV/AIDS, with around five per cent prevalance in high risk groups including injecting drug users etc requires extreme care to protect people in general and youth in particular from contracting the virus either intravenous or through physical promiscuity.
Experts talking to APP on Monday, said that great responsibility lie upon parents and caretakers to guide their children and protect them against traumatic situations and fatal diseases. "This is particulalry crucial as around 65 per cent of our population comprise adolescents and youth who are in most active phase of their lives and therefore also susceptible to high risks," said Civil Hospital Pediatrics Department Head Prof Ayesha Mehnaz.
Tribun Jogja, 7 Desember 2014
TRIBUNJOGJA.COM, SURABAYA - Bocah berusia tiga tahun itu asyik bermain di Poli Unit Perawatan Intermidiate Penyakit Infeksi (UPIPI) di RSUD Dr Soetomo. Ini poli tempat para penderita HIV/AIDS menyambung hidup.
Tingkah bocah itu kadang sedikit usil. Memainkan timbangan yang biasa digunakan pengidap HIV menimbang berat badan. "Kalau hari Selasa, kebanyakan yang kontrol itu pasien anak-anak," tutur perempuan yang mengawasi bocah itu. (Baca Juga : Unair Ungkap Khasiat Teh Hijau Untuk Sembuhkan AIDS)
Perempuan 33 tahun itu biasa dipanggil Ade. Ia juga penderita HIV. Tapi hari itu tidak sedang antre obat. Ia berada di UPIPI untuk menjadi sukarelawan. Tugasnya membantu sesama, utamanya membantu membangkitkan kondisi psikologi pasien.
Liputan6, 8 Desember 2014
Liputan6.com, Jakarta Tidak ada yang membedakan Radiaz Hages Trianda (32) dengan orang-orang lain. Saat ditemui di rumahnya, kawasan Margonda, Depok, Kamis (4/12) lalu, Hages menyambut kami bersama anaknya dengan ramah.
"Susah, ya, mencari rumahnya? Rumah saya di sana, ayo silakan," kata Hages, panggilan akrabnya.
"Ini anak saya. Mirip dengan saya, ya?" katanya memperkenalkan anak terkecilnya yang berusia dua tahun. "Kakaknya," lanjut dia, "masih belum pulang sekolah."
Hages kemudian mengajak masuk ke rumahnya yang juga menjadi sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kuldesak. Di dalam rumah, suaminya, Samsu Budiman (37), sudah menunggu.
Di dalam rumah terdapat beberapa poster dan majalah mengenai HIV/AIDS. Lembaga Swadaya Masyarakat Kuldesak memang bergerak di bidang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba).
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia