Pikiran Rakyat, 10 Desember 2014
SUKABUMI, (PRLM).- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), kembali membentuk Warga Peduli AIDS (WPA) di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi. Selain empat orang masyarakat Desa Cipeteuy sebagai WPA dan tujuh Pendidik Setara (Peer Leader Educator/PLE) untuk Kecamatan Kabandungan dilantik Ketua KPA Kabupaten Sukabumi, Sukmawijaya. Juga melantik 11 karyawan Chevron Geothermal Salak, Ltd. (CGS) sebagai PLE, Rabu (10/12).
Sebelum melakukan pelantikan Sukmawijaya terlebih dahulu melakukan penyuluhan HIV dan AIDS serta bahaya narkoba. Program pembentukkan WPA yang dilaksanakan KPA sepenuhnya didukung oleh CGS. Selama 2014, Bersama dengan KPA, CGS sudah membantu pembentukkan 24 WPA di berbagai wilayah di Sukabumi. Acara edukasi bahaya HIV dan AIDS juga dilakukan untuk seluruh pegawai dan kontraktor CGS.
Antara News, 10 Desember 2014
Jakarta (ANTARA News) - Angka penderita HIV-AIDS di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mengawatirkan. Tercatat ada 265 penderita positif dan 165 di antaranya sudah meninggal dunia.
Anggota tim Komisi IX Imam Suroso (F-PDI Perjuangan) yang ikut melakukan kunjungan kerja Komisi IX DPR ke Kaltim mengaku terperangah dengan temuan angka itu.
Imam, dalam laman DPR yang dikutip Rabu, mengatakan angka itu cukup luar biasa. Ia mengimbau agar Dinas Kesehatan setempat segera melakukan aksi preventif terhadap penularan virus mematikan itu. Balikpapan merupakan wilayah tertinggi angka pengidap HIV-AIDS di Kaltim.
"Pencegahan preventif perlu dilakukan. Itu tanggung jawab puskesmas dan rumah sakit setempat," katanya di Balikpapan, Kaltim, Selasa (9/12).
Berita Sore, 10 Desember 2014
KISARAN ( Berita ) : Selama kurun waktu limatahun, sedikitnya ditemukan 182 penderita HIV- AIDS,dengan 10 balita dengan jumlah meninggal mencapai 57 orang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan,jumlah penderita HIV-AIDS selama lima tahun, mengalami peningkatan jumlah penderita yang ditemukan. 2010 temukan 13 penderita, sedangkan 2011 naik menjadi 25 penderita, 2012 terus meningkat 48 penderita dan 2013 menjadi 49, dan 2014 sampai 1 Desember terdata 47 orang, atau dengan jumlah kumulatif sebanyak 182 penderita dengan 10 yang masih balita dan yang meninggal 57 penderita.
"Dari jumlah itu, tidak semua penderita yang menjalani perawatan jalan, karena ada yang hilang, atau pindah tempat. Namun demikian, Dinas Kesehatan tetap mengupayakan untuk melakukan terbaik untuk penderita HIV-AIDS," jelas Kadis Kesehatan dr Herwanto Sp.B, melalui,Kepala Seksi Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Safrin Hutahean, saat berbincang dengan Wartawan ,Selasa (9/12).
Viva News, 10 Desember 2014
Balikpapan, wilayah tertinggi jumlah pengidap HIV-AIDS di Kaltim.
VIVAnews - Angka penderita HIV-AIDS di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah mengawatirkan. Tercatat ada 265 penderita positif dan 165 di antaranya sudah meninggal dunia. Ini temuan yang luar biasa dan perlu perhatian serius semua pihak di Kaltim.
Demikian ungkap Komisi IX DPR RI dalam kujungan kerja (kunker) ke Kaltim. Anggota Komisi IX, Imam Suroso (F-PDI Perjuangan), yang ikut serta dalam kunker tersebut, mengaku terperangah dengan temuan angka ini.Menurutnya ini kejadian yang luar biasa. Pihaknya menghimbau agar Dinas Kesehatan setempat segera melakukan aksi preventif terhadap penularan virus mematikan itu. Balikpapan merupakan wilayah tertinggi angka pengidap HIV-AIDS di Kaltim.
Kompas, 10 Desember 2014
DENPASAR, KOMPAS.com - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali mengestimasi pengidap HIV/AIDS di Bali mencapai 26.000 orang. Sementara yang terjangkau oleh KPA per Oktober 2014 hanya sekitar 10.371 orang.
"Berarti masih ada yang belum kita capai. Untuk mewujudkan pencapaian yang belum ini, maka harus kita lakukan kerja keras melalui program-program yang kreatif," kata Ketua KPA Provinsi Bali, I Ketut Sudikerta di Denpasar, Rabu (10/12/2014).
Sudikerta menambahkan, dari total kumulatif yang terjangkau berjumlah 10.371 orang, di antaranya yang mengidap AIDS berjumlah 4.811 orang dan HIV berjumlah 5.560 orang. Untuk yang hidup tercatat 9.806 orang dan meninggal mencapai 565 orang. Sementara, saat ini Provinsi Bali berada di urutan kelima setelah Papua, Jawa Timur, DKI, dan Jawa Barat.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia