Harian Terbit, 9 Desember 2014
Jakarta, HanTer - Sudin Kesehatan Pemkot Jakarta Selatan melaporkan hingga Desember 2013 lalu jumlah kasus AIDS secara kumulatif turun dibanding tahun sebelumnya, dari 199 kasus menjadi 80 kasus.
Sedangkan ditahun 2014 jumlah 114 kasus menjadi 92 kasus , dari jumlah tersebut Kota Administrasi Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan prevalensi kasus AIDS peringkat lima di provinsi DKI Jakarta.
Kasie Sudin Kesehatan Jakarta Selatan Dr. Endang S mengungkapkan pihaknya mempunyai perincian data orang yang terinfeksi penyakit tersebut. "Homo seksual 57 orang dengan HIV dan 44 orang dengan AIDS, Biseksual 1 orang AIDS, Perinatal (Anak dari Ibu melahirkan) 3 orang dengan HIV dan 1 orang dengan AIDS, Transfusi darah / cangkok organ 1 orang dengan HIV dan 1 orang dengan AIDS dan pengguna Narkotik Suntik 20 orang dengan HIV dan 28 orang ,"ujarnya kepada Harian Terbit, ,Selasa (9/12/2014).
Fajar Online, 9 Desember 2014
FAJARONLINE — Angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Luwu Timur terus mengalami peningkatan. Data per Agustus 2014, angka pederita HIV/Aids mencapai 87 kasus. Mayoritas merupakan pekerja di tempat hiburan malam (THM). Khususnya di wilayah pertambangan.
Wakil Bupati Luwu Timur, Thoriq Husler mengatakan, THM sudah mencapai 20-an dan tidak memiliki izin. Selain pelayan THM, pemerintah juga menemukan warga yang satu keluarga mengidap HIV/Aids.
"Seorang warga bekerja tambang di Papua. Akhirnya terinfeksi HIV/Aids, kemudian pulang berhubungan badan dengan istrinya hingga hamil. Akhirnya, suami, istri, dan anaknya tertular HIV/Aids. Ketiganya sudah meninggal dunia," jelasnya.
Liputan6, 9 Desember 2014
Liputan6.com, Jakarta Penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) masih memiliki harapan hidup yang sama dengan manusia lainnya, kata pakar HIV/AIDS dr Joni kiswanto MKM.
"Penderita HIV/AIDS masih memiliki harapan hidup lama, jika mengonsumsi obat untuk mempertahankan kekebalan tubuh pada manusia," kata Joni yang juga anggota KPA Sumbar ketika menjadi narasumber dalam seminar HIV/AIDS yang dilaksanakan oleh Pemkot Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar), ditulis Selasa (9/12/2014).
Dia mengatakan, penderita virus HIV/AIDS bisa berobat secara rutin, sama halnya dengan penyakit yang mematikan lainnya.
Sindo News, 9 Desember 2014
DENPASAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melansir data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Oktober 2014, mencapai 10.371 jiwa. Terbanyak berada di Kota Denpasar 4.124 jiwa, Kabupaten Buleleng 1.841 jiwa, dan Badung 1.572 jiwa.
"Saat ini Provinsi Bali menempati urutan ke-5 setelah Papua, Jatim, DKI, dan Jabar," kata Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, kepada wartawan, Selasa (9/12/2014).
Ditambahkan dia, tingkat penyebaran virus HIV/AIDS di Bali cukup tinggi. Dalam sebulan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menemukan sedikitnya ada 100-200 penderita HIV/AIDS baru.
"Virus HIV/AIDS adalah masalah multidimensi, tidak terbatas pada masalah kesehatan saja. Masyarakat juga masih diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA)," terangnya.
Riau Terkini, 9 Desember 2014
Riauterkini-MERANTI - Penyebaran virus HIV menjadi masalah yang disikapi serius oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, untuk itu Wakil Bupati Drs. H. Masrul Kasmi, Msi meminta peran serta aktif dari semua elemen, tokoh masyarakat, para ulama serta stakeholders dapat mensosialisasikan bahaya HIV dan memberi suport bagi penderita Aids agar dapat menjalani hidupnya dengan normal.
Demikian dikatakan Wakil Bupati dalam acara Workshop Tokoh Masyarakat Peduli Aids yang ditaja oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Kepulauan Meranti, bertempat di hotel Grand Meranti, Selasa (9/12/14).
Dijelaskan Wakil Bupati yang juga Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Meranti Drs. H. Masrul Kasmi, Msi. Berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan yang dilakukan KPA Meranti yang audah bekerja sejak tahun 2011 lalu. Dengan mengambil lokasi rawan penyebaran HIV Aids menemukan fakta mengejutkan, ternyata apa yang terjadi di kota-kota besar juga terjadi di Selatpanjang.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia