Oleh: Fatmah Afrianty Gobel

Fatmah Afrianty GobelStigma dan diskriminasi telah menjadi hukuman sosial oleh masyarakat di berbagai belahan dunia terhadap pengidap HIV/AIDS yang bisa bermacam-macam bentuknya, antara lain berupa tindakan-tindakan pengasingan, penolakan, diskriminasi, dan penghindaran atas orang yang terinfeksi HIV. Tindakan diskriminasi dan stigmatisasi membuat orang enggan untuk melakukan tes HIV, enggan mengetahui hasil tes mereka, dan tidak berusaha untuk memperoleh perawatan yang semestinya serta cenderung menyembunyikan status penyakitnya. Hal ini semakin memperburuk keadaan, membuat penyakit yang tadinya dapat dikendalikan menjadi semacam “hukuman mati” bagi para pengidapnya dan membuat penyakit ini makin meluas penyebarannya secara terselubung.

Stigma dan diskrimansi terhadap ODHA merupakan tantangan yang bila tidak teratasi, potensial untuk menjadi penghambat upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Diskriminasi yang dialami ODHA baik pada unit pelayanan kesehatan, tempat kerja, lingkungan keluarga maupun di masyarakat umum harus menjadi prioritas upaya penanggulangan HIV dan AIDS. Oleh sebab itu perlu dukungan dan perberdayaan kelompok-kelompok dukungan sebaya (KDS) sebagai mitra kerja yang efektif dan mahasiswa sebagai kelompok yang potensial dalam mengurangi stigma dan diskriminasi (Komisi Penanggulangan AIDS, 2007). 

Oleh: Ni Komang Yuni Rahyani

Ni Komang Yuni RahyaniSecara umum pengebangan SDM AIDS tergantung dari kebijakan yang mengatur pengelolaan manajemen sumber daya,  keterseidaan finansial maupun kompentensi dari SDM. Tulisan ini mencoba membangun sebuah alur konsep kebutuhan tenaga seperti apa dan bagaimana membangun motivasi kerja dalam menangani HIV dan AIDS di Indonesia dari satu sudut pandang lokal, Bali. 

Siapa saja SDM yang terlibat dalam program penanganan HIV/AIDS?

Berbicara mengenai SDM dalam penanganan HIV/AIDS di Indonesia, khususnya di Bali, tidak terlepas dari kebijakan program dari  tingkat makro sampai tingkat mikro. Aktor yang terlibat dalam program penanggulangan HIV/AIDS dari pembuat kebijakan sampai pelaksana kebijakan. Pada gambar di bawah dijabarkan SDM medis dan nonmedis yang diberi tanggung jawab dan kewenangan untuk mengerjakan program tersebut.

Peacefmonline.com, 16 November 2014

The First Lady, Mrs. Lordina MahamaThe First Lady, Mrs. Lordina Mahama, has pledged to work with all stakeholders to ensure the success of the advocacy on the attainment of 'Zero new HIV infections, 'Zero Discrimination, and Zero AIDS related Deaths in 2015 and beyond. She made the pledge when she took the campaign to Cape Coast and Shama district, in the Central and Western regions respectively where she addressed separate durbars.

The Ghana Chapter of the Organization of African First Ladies against HIV/AIDS in collaboration with the Ghana Aids Commission and partners is embarking on an advocacy campaign to support government's efforts to eliminate Mother-to-Child Transmission of HIV.

The First Lady, Mrs. Lordina Mahama, who is a Premier Ambassador of the UNAIDS Global Plan on the Prevention of Mother-to-Child Transmission and a first Vice President of the Organization of African First Ladies against HIV and AIDS (OAFLA), is promoting this initiative in the country.

the Star Phoenix, 15 November 2014

This April 12, 2011 electron microscope image made available by the National Institute of Allergy and Infectious Diseases shows an H9 T cell, blue, infected with the human immunodeficiency virus (HIV), yellow. Photograph by: Associated Press , file photoMargaret Poitras hopes a holistic strategy can help the province's indigenous people cope with HIV/AIDS.

"As we move forward in addressing HIV and AIDS, we've noticed there's a multitude of other health and social conditions that are impacting the indigenous people," Poitras said Friday at the University of Regina Community Research Unit (CRU) showcase.

"It's many of those deep-rooted issues that need to be addressed."

Poitras, CEO of All Nations Hope AIDS Network, is one of many stakeholders involved in the Saskatchewan Indigenous Council on HIV and AIDS, which has spent the past year working on a strategy to help solve the problem.

In 2012, 74 per cent of new HIV cases (131 of 177) were among aboriginal people, according to a Ministry of Health report.

Business Day, 16 November 2014

Globally, the HIV/AIDS pandemic is on the decline following concerted efforts by international agencies including National Agency for the Control of HIV/AIDS (NACA) to fight the deadly disease. New cases of HIV infection have significantly dropped as a result of medical breakthrough, increased awareness and the need to take precautionary measures to check its resurgence.

Despite efforts aimed at reducing the HIV/AID pandemic, the issue of stigmatisation and discrimination against People Living with HIV/AIDS (PLWHA) has continued to constitute a clog in the war against the disease. In Africa, including Nigeria, there is visible discrimination and stigmatisation of PLWHA which leaves such victims psychologically depressed with a feeling of alienation and worthlessness.

Penelitian

Knowledge Hub

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID